Syam Resfiadi: SAPUHI Alternatif Terbaik Di Tengah Konflik Asphurindo

  • Redaksi
  • 29 Mei 2018
  • 364
Syam Resfiandi (tengah), Ketua Umum Asphurindo Munas II Bogor

Kabartiga.com, Jakarta – Konflik dualisme kepengurusan di tubuh Asosiasi Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo) tak kunjung berakhir. Sempat ada upaya islah, namun tetap saja langkah tersebut tak membuahkan hasil maksimal. Tak ingin berlarut-larut bergelut dalam polemik, Ketua Umum Asphurindo versi Munas II Bogor, Syam Resfiadi mengatakan pihaknya telah menyepakati membentuk asosiasi baru dengan nama Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (SAPUHI).


“Alhamdulillah pilihan untuk membuat organisasi baru disepakati oleh anggota Asphurindo dalam Rapat Pleno Asphurindo yang kita gelar ini. Peserta yang hadir sebanyak 84, dan itu artinya sudah memenuhi quota forum (quorum) 50+1 dari 120 travel PPIU yang tergabung sebagai anggota Asphurindo,” ungkap Syam kepada awak media usai memimpin Rapat Pleno Asphurindo, Senin(28/5/2018) di Aljazeera Restaurant, Polonia Jakarta Timur.


Syam menyampaikan, membentuk SAPUHI adalah alternatif terbaik menyusul konflik panjang Asphurindo. Dia mengaku, masalah dualisme kepengurusan Asphurindo ini telah membuat anggotanya kesulitan mengurus visa di Kedutaan Saudi Arabia (KSA), karena KSA menginginkan konflik dualisme tersebut diselesaikan.


“Kita sudah berusaha menempuh jalur hukum, kita juga sudah menunaikan upaya islah yang dimediasikan oleh Dirjen PHU Kementerian Agama (Kemenag) namun tetap tidak terselesaikan. Ada upaya terakhir yaitu Munaslub, namun kami dan seluruh anggota menilai Munaslub tetap tidak akan menyelesaikan masalah karena tidak akan ketemu dalam banyak hal. Akhirnya pilihan untuk membuat organisasi baru dianggap yang terbaik,” jelas Syam.


Menurut Syam, persiapan penetapan dan pendeklarasian SAPUHI sudah cukup matang. Bahkan Syam megatakan Akta Pendirian SAPUHI sudah jadi, hanya saja belum ada surat pengesahan dari Kemenkumham karena perlu tanda tangan seluruh pengurus.


Lebih lanjut Syam mengakui tidak mudah membangun kembali kekuatan dengan nama baru ini, namun Syam berkeyakinan, apabila seluruh tim solid dan saling mendukung, kekuatan dan kebesaran SAPUHI akan segera terbangun.


“Kita bersyukur, para vendor mitra kami tetap member dukungan, meskipun nama baru yang nanti kami pakai. Yang terpenting bagi mereka adalah syarat dan ketentuan yang mereka berikan bisa kami penuhi,” tandasnya.


Setelah itu, asosiasi SAPUHI akan mengagendakan musyawarah nasional (Munas) perdana, yang waktunya diperkirakan selepas penyelenggaraan haji pada Agustus 2018.



Disarankan untuk anda