KNPI Kota Bekasi Pertanyakan Kinerja Dewan Pengawas PDAM TB
Arihta Tarigan atau Ari Castro, Plt Ketua KNPI Kota Bekasi
Kabartiga.com, Bekasi – Dewan Pengawas PDAM Tirta Bhagasasi (TB) belum juga membentuk tim panitia seleksi pemilihan kekosongan posisi Direktur Usaha (Dirus) dan Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Bahagasasi, yang telah habis sejak tanggal 03 Juli 2017.
Menanggapi hal itu, Plt Ketua KNPI Kota Bekasi, Arihta Tarigan sangat menyayangkan. Padahal menurutnya, tiga bulan sebelum berakhir ke dua jabatan direktur PDAM Tirta Bhagasasi, Dewan Pengawas sudah membentuk tim panitia seleksi.
“Sesuai aturan yang berlaku, 3 bulan sebelum masa jabatan Dirus dan Dirtek habis, seharusnya Badan Pengawas PDAM Tirta Bhagasasi membentuk tim panitia,” ungkapnya kepada kabartiga.com, Rabu (19/7/2017).
Ia berencana akan melayangkan surat kepada Dewan Pengawas PDAM Tirta Bhagasasi, yang ditembuskan kepada Wali Kota Bekasi dan Bupati Bekasi dalam waktu dekat ini, untuk segera membentuk tim panitia seleksi.
“Rencana minggu depan, kami KNPI akan menyambangi Wali Kota dan Bupati Bekasi sebagai owner BUMD ini, dan meminta agar pemilihan dirtek dan dirus harus transparan karena menyangkut kebutuhan masyarakat banyak,” ungkap pria yang akrab disapa Ari Castro ini.
Castro menjelaskan, permasalahan ini berawal dari keluhan masyarakat tentang kinerja PDAM. Namun setelah diketahui, kekosongan dua posisi direktur di PDAM Tirta Bhagasasi mempengaruh terhadap pelayanan, apalagi ini berkaintan dengan masalah teknik.
“Kita akan bersikap serius dalam hal ini, mereka (PDAM Tirta Bhagasasi ) untuk meminta penjelasan tentang bagaimana sikap Dewan Pengawas terhadap adanya kekosongan dua jabatan Dirus dan Dirtek,” jelasnya.
“Kalau dibiarkan kosong akan berdampak kepada pelayanan publik dan performance PDAM Tirta Bhagasasi itu sendiri,” tambah Castro.
Selain itu, saat ini, lanjutnya, KNPI bersama Pemerintah Kota Bekasi sedang mengevaluasi perjalanan pemisahan asset PDAM Tirta Bhagasasi yang belum juga usai. “Ada informasi tersendat pemisahan aset PDAM Tirta Bhagasasi, karena kurang kooperatifnya para direksi-direksi yang ada di perusahaan plat merah tersebut. Entah karena direksinya atau ada kepentingan-keepentingan diluar itu, ini yang harus kita telusuri,” ungkapnya.
Ia berharap, kedua pemerintahan yang saat ini masih menjadi ownr dari PDAM Tirta Bhagasasi memiliki ketegasan, untuk mengevaluasi kinerja direksi.
“Makanya, evaluasi terhadap kinerja direksi penting dilakukan oleh Pemerintah. Mesti ada deadline, seharusnya juga ada ketegasan dari Pemerintah Kota Bekasi,” tutup Castro.
Editor : Muhammad Alfi