Permainan Pesta Demokrasi

  • Redaksi
  • 25 Juli 2017
  • 696
  • Bagikan:
Permainan Pesta Demokrasi

Oleh: Muhammad Nur Jabir, Direktur dan Guru Besar Rumi Institute



Sungguh mengasyikkan melihat anak-anak bermain-main, berlari ke sana ke mari, sambil tertawa riang, dan penuh canda. Terkadang sulit memahami dimana letak asyiknya bermain seperti itu, khususnya saat usia seperti sekarang ini. Kecuali kita punya pengalaman yang sama ketika waktu kecil dahulu, pernah bermain-main seperti itu.



Tapi yang lebih mengasyikkan menurut saya karena mereka bermain dan hanya bermain. Tak pernah memikirkan bagaimana cara mendominasi dan melakukan intrik-intrik politik dalam memenangkan permainan.



Anak-anak hanya mengejar canda dan tawa. Mereka hanya ingin bermain, melepaskan energi yang mereka miliki. Mereka hanya ingin bahagia dengan permainan dengan bermain-main.



Ternyata kebutuhan dalam bermain-main tidak berhenti di waktu usia kecil saja. Bahkan dalam usia dewasa seperti sekarang ini pun, kita tetap butuh permainan. Tetapi tentu dalam tingkatan yang lebih rumit dan lebih kompleks.



Permainan yang selalu menguras energi kita akhir-akhir ini adalah 'PESTA DEMOKRASI'. Walau ini hanya sebuah permainan, sebab ada yang kalah dan ada yang menang, namun bukan permainan biasa, sebut saja sebagai permainan orang dewasa.



Dalam permainan 'PESTA DEMOKRASI' justru dibutuhkan ketangkasan dalam membangun image dan intrik-intrik politik. Semakin lihai kita membangun konflik, semakin sulit lawan politik memprediksi gerak dan langkah kita dan akhirnya semakin mudah kita melangkah ke depan.



Tetapi apakah mungkin permainan 'PESTA DEMOKRASI' ini kita lakonkan seperti anak-anak? Tanpa intrik politik, tanpa tipu muslihat, dan tanpa membangun image? Hanya sekedar bermain-main dan siapa pun pemenangnya semua orang akan bahagia dan tertawa?



Jawabannya pasti, yakni tak mungkin. Dunia politik adalah dunia sebenarnya di alam dunia. Dunia politik adalah dunia simbolik. Ada jurang yang menganga antara bahasa politik dan fakta politik. Sedangkan dunia anak-anak adalah dunia sorgawi yaitu dunia tanpa tipu muslihat dan tanpa intrik politik.



Benar kata Plato, hal aneh yang menakjubkan dari manusia sebab, saat masih usia kanak-kanak, manusia selalu berpikir bagaimana melewati masa kanak-kanak dengan cepat agar bisa masuk usia dewasa. Namun saat dewasa, manusia ingin kembali seperti masa kanak-kanak.



Disarankan untuk anda