Lantunan Pantun Wakil Wali Kota Bekasi di Lebaran Betawi
Ahmad Syaikhu ©2017/ Mandalesta
Kabartiga.com, Bekasi – Lebaran Betawi, kali keduanya yang diselenggarakan oleh warga Kampung Sawah, Kecamatan Pondok Melati tahun 2017 ini, mendapat banyak apresiasi.
Apresiasi itu datang langsung dari Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu, yang hadir dalam pesta rakyat warga betawi itu.
“Saya sangat mengapresiasi kepada panitia yang sudah menyelenggarakan lebaran betawi kedua kalinya. Saya juga berterimakasih kepada KH Rahmadin Afif, yang sudah menyiapkan segala fasilitas berupa lahan, untuk di pakai untuk lebaran betawi,” ungkap Wakil Wali Kota Bekasi, usai menghadiri lebaran Betawi, di Kampung Sawah, Pondok Melati, Sabtu (5/8/2017).
Menurutnya, tradisi lebaran betawi ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya lokal. Bukan hanya dengan keilmuan dan fisik, namun ‘mengaji’ yang menjadi budaya warga betawi sejak dulu, harus di pertahankan sebagai semangat patriotisme di masa yang akan datang.
Baca Juga
- Camat Pondok Melati Ajak Warga Aplikasikan Nilai-Nilai Budaya
- 'Ngarak Barong' Tema Lebaran Betawi di Kampung Sawah
“Seperti yang tadi saya katakan, bahwa budaya Betawi ini memberikan semangat untuk menyatukan semangat, untuk menjaga fisik dan keilmuan kita, tetapi juga keilmuan itu dilambangan dengan mengaji dan inilah semangat patriotisme untuk masa-masa yang akan datang,” kata Syaikhu.
Kata Syaikhu, Kota Bekasi memiliki seorang tokoh Pahlawan Nasional, yang dapat dijadikan contoh untuk membesarkan Kota Bekasi di masa yang akan datang, yakni KH Noer Alie.
Selain kecerdasan dan kekuatannya dalam berperang di medan tempur, KH Noer Alie juga memiliki keilmuan yang kuat dalam mengaji.
“KH Noer Alie, beliau sebagai tokoh, sebagai pejuang, keilmuannya juga kuat untuk membangun pesantren dan beliau juga memiliki semangat patriotismenya juga tinggi dan ini harus kita contoh,” pungkasnya.
Syaikhu berharap, masyarakat Kota Bekasi dapat menjaga kebudayaan yang telah di tanamkan oleh para pendahulunya, dengan merawat tradisi yang sudah terbangun.
Penekanan untuk ‘mengaji’ ini juga di lantunkan oleh Wakil Wali Kota Bekasi dengan sebuah pantun, yang memberikan sepirit (kekuatan) kepada masyarakat Kota Bekasi akan pentingnya menjaga budaya.
“Hari Senin tetap Mengaji, dari Anajzmi hingga Alkomari, kalau pengen Bekasi bergengsi, yuk kita ngaji dan berprestasi,” pesannya.
Pemerintah Kota Bekasi, berencana dalam panggelaran lebaran betawi tahun 2018, akan dilaksanakan di pusat Kota Bekasi. Segala fasilitas, hingga pendanaannya juga akan dibiayai oleh APBD Kota Bekasi mendatang.
Editor : Muhammad Alfi