Terima Gelar Dari IMBS dan LKAM, Wali Kota Bekasi : Pemerintah Harus Bisa Berdiri Diatas Semua Suku dan Golongan Anak Bangsa

  • Redaksi
  • 27 Agustus 2017
  • 427
  • Bagikan:
Terima Gelar Dari IMBS dan LKAM, Wali Kota Bekasi : Pemerintah Harus Bisa Berdiri Diatas Semua Suku dan Golongan Anak Bangsa

Kabartiga.com, Bekasi – Rahmat Effendi diberikan gelar sebagai Sutan Andiko Sampono Alam dari LKAM dan IKMBS. Gelar tersebut dimaksud, sebagai ‘Mamak’ atau orang yang di tuakan oleh warga minang di tanah rantau (Kota Bekasi).



Rahmat Effendi menjelaskan, bahwa gelar yang diterimanya ini merupakan amanah dari 200 ribu jiwa warga minang, yang berdomisili di Kota Bekasi.



“Pemberian Gelar Sutan Andiko Sampono Alam ini suatu kebanggan dan kepercayaan sendiri pastinya. Oleh karena itu, atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Kota Bekasi, saya mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya,” ungkap Rahmat dalam sambutannya.



Baca Juga : 


Rahmat Effendi mengatakan, Indonesia memiliki 300 lebih suku dan 1.200 lebih bahasa. Sedangkan kota bekasi adalah bagian kecil dari miniaturnya Indonesia karena kebaragamaan suku anak bangsa yang ada di Kota Bekasi.



“Tentunya ini akan menjadi inspirasi bagi saya untuk intropeksi, berlaku adil, menjadi pelindung dan mengayomi sebagai Mamak, yang bukan hanya kepada warga minang di Kota Bekasi, tetapi juga semua suku anak bangsa yang ada di Kota Bekasi,” terangnya.



Menurutnya, Kota Bekasi saat ini bukan lagi menjadi kota yang tertinggal dari kota-kota maju lainnya. Indeks pembangunan ekonomi yang dimiliki Kota Bekasi terlihat meningkat cukup baik. Apalagi dengan inflasi yang dibawah rata-rata nasional.



“Memang, laju pertumbuhan ekonominya sangat luar biasa. Inflasinya juga dibawah rata-rata nasional, sehingga mampu memberikan kesejahteraan kepada warga masyarkatnya,” kata Rahmat.



“Mudah-mudahan pemberian gelar ini bisa menjadi manfaat buat saya, warga kota bekasi dan pemerintahan kota bekasi,” sambungnya.



Sementara Rahmat berujar, untuk menjaga kewibawaan sebuah negara, kehadiran pemerintahan harus menjadi solutif, pemecahan masalah kepada warga masyarakatnya, meski terkadang ketentuan dan peraturan harus digunakan.



“Tetapi ketentuan dan peraturan itu adalah jalan akhir, dalam rangka menjaga kewibaan dan keberadaan Negara ini. Semua warga negara harus patuh dan tunduk, sebagai proses penyelenggaraan pemerintahan,” ungkapnya.



Ia opitimis, Kota Bekasi akan menjadi cerminan bagi warga masyarakat Indonesia lainnya, jika ikatan dan kebersamaan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, kesatuan dan hidup berdampingan, terus dipertahankan.



“Jika ini terus terjalin antar warga masyarakat yang ada di Kota Bekasi, Insya Allah, kalau kita bersama, dimana bumi dipijak, disitulah langit dijunjung, kita mampu menyelesaikan persoalan-persoalan anak bangsa. Mudah-mudahan kota bekasi menjadi cerminan bagi warga masyarakat kota dan kabupaten lainnya,” tutup Rahmat.



Reporter : Mandalesta
Editor : Muhammad Alfi



Disarankan untuk anda