Sekda Kota Bekasi Ajak Masyarakat Maknai Hari Kesaktian Pancasila
Sekda Kota Bekasi Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila
Kabartiga.com, Bekasi – Jajaran Apartur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bekasi, ikut memperingati Hari Kesaktian Pancasila, yang di pimpin langsung oleh Sekertaris Daerah Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap tanggal 01 Oktober ini, selalu di peringati oleh masyarakat Indonesia. Penetapan hari besar nasional ini, sebagai upaya pemerintah untuk mengenang jasa para Jenderal, korban kebiadaban PKI, yang berupaya merubah ideologi Pancasila dengan ideologi Komunis pada Gerakan yang disebut G 30 S/ PKI tahun 1965 silam.
“Oleh karena itu, Pemerintah Daerah selaku pemerintah mengajak masyarakat untuk nobar (nonton bareng) film pergerakan G 30 S/PKI, supaya masyarakat itu tersentuh karena selama ini sudah terlupakan,” ungkap Sekda Kota Bekasi, usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Alun-Alun Kota Bekasi, Senin (02/10/2017).
Film yang menceritakan sejarah kebiadaban PKI pada tahun 1965 itu, lanjut Pria yang akrab disapa Bang Roy itu, sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia.
Bahkan pada tahun 1987, saat Roy selama di Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7), saat mengikuti Penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) di Pejambon, pertama dirinya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), film G 30 S/ PKI ini menjadi tontonan yang wajib ditonton oleh PNS setiap tanggal 30 September.
“Kalau dulu waktu penataraan, masyarakat diwajibkan untuk menayangkan film G 30 S/PKI, tetapi sekarang sudah terlupakan. Mohon maaf, ya kan suatu pergerakan politik atau peregerakan revolusi itu pasti ada negatif dan positifnya, mungkin ini ada kekurangan atau kealpaan pemerintah dari era reformasi ini, G 30 S/PKI ini terlupakan. Dan sekarang kita bangkitkan kembali,” ungkapnya.
Roy berharap, dengan adanya peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini, masyarakat Kota Bekasi khususnya dapat memaknai sejarah kelam yang pernah terjadi di Indonesia, atas kebiadaban PKI.