Ridwan Bae Sebut Ali Mazi Jatuhkan Posisi Golkar
Ridwan Bae, Ketua DPD Golkar Sulawesi Tenggara
Kabartiga.com, Sultra – DPP Partai Golkar telah memutuskan dukungan kepada Ali Mazi untuk maju dalam kontestasi Pilgub Sulawesi Tenggara (Sultra) 2018. Menanggapi keputusan tersebut, Ridwan Bae, Ketua DPD Golkar Sultra menilai, dukungan tersebut hanya berupa pemberitahuan agar Ali Mazi segera melakukan koordinasi dengan Partai Golkar.
“Benar bahwa DPP dalam SK sementara yang ditandatangani pak Nurdin Halid dan pak Idrus Marham telah mendukung Ali Mazi. Tapi itu sekedar langkah pemberitahuan awal agar pihaknya segera berkoordinasi dengan Golkar untuk membangun kesepakatan politik,” jelasnya, Senin (16/10/2017) di Kendari.
Kesepakatan yang akan dibangun, lanjut Ridwan, adalah andai Ali Mazi menjadi calon Golkar apa manfaat bagi Golkar. Hingga saat ini, Ridwan menyebut, belum ada koordinasi yang terbangun antara Ali Mazi dan Partai Golkar.
“Sampai detik ini belum koordinasi. Padahal dalam surat DPP itu secara tegas diperlukan berkoordinasi untuk menentukan calon wakil, dan tiga nama diminta. Sekali lagi, sampai detik ini belum bicarakan itu,” jelasnya.
Lebih menyakitkan lagi, kata Ridwan, Ali Mazi akan menggelar deklarasi berpasangan dengan Lukman.
“Konsultasi dengan siapa dia penentuan wakil? Ali Mazi jangan sia-siakan dukungan Golkar. Cara Ali Mazi ini otoriter benar, dia berjalan seakan Golkar milik dia. Padahal Golkar belum milik dia,” tekannya.
“Kalau dia deklarasi, dia belum berhak pakai Golkar. Sebab DPP sekedar meminta koordinasi dan penentuan wakil. Lalu bagaimana dia sudah deklarasi seperti itu,” sambungnya.
Oleh karenanya, mantan Bupati Muna dua periode ini meminta kepada Ali Mazi untuk menunda deklarasi. “Ali Mazi kontrol diri dulu. Ali Mazi tebar pesona saja dulu,” imbuhnya.
Tidak kalah pentingnya, lanjut Ridwan, undangan Ali Mazi untuk deklarasi ini sangat menjatuhkan posisi Partai Golkar. Sebab, dari perolehan kursi di DPRD Sultra, Golkar memiliki tujuh kursi sementara NasDem yang mengusung Ali Mazi hanya tiga kursi.
“Padahal harusnya kita tujuh kursi dia hanya tiga. Harusnya Golkar sebagai penyelenggara dari semua kegiatan tahapan calon itu sendiri,” tutupnya.
Reporter: Fahmi Ibrahim
Editor: Amar Faizal