Laode Ida: Pejabat Sultra Harus Layani Masyarakat, Bukan Sebaliknya

  • Faisal
  • 18 Oktober 2017
  • 434
  • Bagikan:
Laode Ida: Pejabat Sultra Harus Layani Masyarakat, Bukan Sebaliknya Kandidat Calon Gubernur Sultra, Laode Ida

Kabartiga.com, Sultra – Salah satu kandidat Calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Laode Ida menyebut, hingga saat ini, Provinsi Sultra masih dihadapkan oleh permasalahan mendasar, yakni pelayanan publik.



Pria yang kini menjabat sebagai salah satu Komisioner Ombudsman RI itu menilai, Pelayanan Publik seperti Kesehatan, Pendidikan, dan Kebutuhan Pokok, serta Produk Pertanian dan pemasarannya adalah PR besar yang harus diperbaiki dan ditingkatkan, guna menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.   



“Permasalahan mendasar kita di Sultra ini adalah pelayanan masyarakat. Untuk meberikan kesejahteraan bagi masyarakat, maka hal tersebut harus diperbaiki. Jangan malah dibalik, masyarakat yang justru melayani pejabat,” ujar Laode Ida kepada Kabartiga.com, Rabu (18/10/2017) melalui saluran telfon.



Selain itu, Laode Ida juga mengatakan, kini marwah Sulawesi Tenggara tengah jatuh akibat kasus korupsi yang banyak dilakukan oleh pejabat tinggi daerah. Karena itu, sambungnya, marwah Sultra harus diangkat kembali.   



Terkait peluang maju dalam kontestasi Pilgub Sultra 2018 mendatang, Laode Ida mengaku kekuatannya masih besar, begitupun kandidat lainnya, yang dianggap masih relatif sama. Hingga saat ini, Laode Ida sendiri masih berupaya agar bisa mencalonkan diri lewat Partai Politik, di antaranya PKS, Gerindra, Hanura, PPP dan PAN.



“Peluang saya masih besar untuk maju sebagai Gubernur, relatif sama lah kekuatannya dengan beberapa kandidat lain. Hanya memang saya tidak secara masif mengkampanyekan diri, tidak seperti calon-calon lain,” ungkapnya.



Andai sudah ada partai politik yang siap mengusungnya sebagai Calon Gubernur, Laode Ida baru akan memyiapkan langkah-langkah lanjutan. Di antaranya adalah, apakah dirinya harus mundur dari jabatannya sebagai Komisioner Ombudsman RI, atau memilih untuk mengambil cuti.



“Nanti kalo sudah ada partai politik yang siap mengusung saya maju sebagai Gubernur, baru saya bisa siapkan langkah-langkah politik selanjutnya,” terangnya.



Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Barometer Suara Indonesia (BSI) untuk Cagub Sultra pada bulan September lalu, nama Laode Ida menempati posisi kedua, dengan jumlah elektabilitas  20,2% suara.



Disarankan untuk anda