PPM-Koltim Jawab Tantangan Global Pemuda Lewat Diskusi
Pengurus PMP-Koltim menggelar Diskusi kepemudaan dalam peringati hari Sumpah Pemuda ke-89
Kabartiga.com, Kolaka – Seperti pepatah mengatakan, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarahnya. Ya, hal itu tentunya sudah mendarah daging dalam tubuh para Pemuda di Kolaka Timur, yang tergabung di Perhimpunan Pemuda Mahasiswa Kolaka Timur (PPM-Koltim) dalam memperingati hari Sumpah Pemuda ke-89 Tahun 2017.
Diskusi hangat yang diselenggarakan oleh PPM-Koltim di Pantai, Kolaka Cocoa City, pada Jumat (27/10/2018) yang bertajuk ‘Pemuda Sebagai Garda Terdepan Dalam Perubahan Suatu Bangsa’ itu dihadiri oleh seluruh pengurus PPM-Koltim dan Pemateri Hukum, Alumni Fakultas Hukum Universitas Sebelas November (USN) Kolaka, Ardiansyah.
Sebelum diskusi dimulai, pengurus PPM-Koltim pun tidak lupa memanjatkan puji syukurnya kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dapat dilaksanakannya peringatan hari Sumpah Pemuda tahun 2017 ini. Puluhan lilin pun turut mewarnai jalannya diskusi.
Ardiansyah mengatakan, diskusi ini merupakan bagian penting para pemuda di Kolaka Timur dalam untuk perubahan bangsa Indonesia. Oleh itu, dia meminta kepada pengurus PPM-Koltim dapat merenungkan dan menghayati perjuangan yang telah dihantarkan para pemuda di era penjajahan untuk Kemerdekaan Indonesia.
“Pemuda-Pemudi Koltim yang tergabung di PPM-Koltim sudah melakukan perubahan, saya rasa seperti itu. Demikian hal itu kita bisa lihat dari suksesnya acara diskusi malam ini. Bagaimana mereka secara sukarela berkumpul, meluangkan waktunya, untuk berbagi pengetahuan tentang kepemudaan. Ini harus kita apresiasi dan di jaga,” terangnya.
Dia meyakini betul, sebagai daerah yang baru saja mekar dari Kabupaten Kolaka, para pemuda PPM-Koltim ini bisa menjadi mitra perubahan terhadap pembangunan Kolaka Timur.
“Usia Koltim masih sangat muda, tentunya akan ada banyak pembangunan nantinya. Namun hal itu tidak terlepas dari tangan-tangan pemuda Koltim, yang ikut bersumbangsi terhadap pembangunan Koltim sendiri,” jelas Ardianysah.
Sementara, Ketua PPM-Koltim, Novyar Firwansyah menambahkan, organisasinya ini bukan hanya diisi oleh Mahasiswa Koltim, namun juga pemuda-pemudi di Koltim.
Diskusi ini, kata dia, selain berbicara sejarah, juga menjadi spirit bagi pemuda dalam menjawab dan menghadapi tantangan zaman di era globalisasi.
“Sebenarnya diskusi ini kita rencanakan secara mendadak, tidak ada persiapan lebih. Lilin yang kita nyalakan itu sebagai bentuk renungan atas penghargaan besar PPM-Koltim terhadap perjuangan pemuda di masa penjajahan dan perjuangan itu akan kita jadikan semangat dalam menjawab tantangan dunia kedepan, khususnya bagaimana pemuda Koltim bisa melakukan perubahan untuk daerahnya,” ujar Novyar.
Novyar tidak lupa mengucapkan terimakasihnya kepada pemateri dan pengurus PPM-Koltim yang senantiasa meluangkan waktunya pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 ini. Dia berharap, pasca diskusi tersebut, ada kenangan yang dapat dijaga dan di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Terimakasih banyak kepada sahabat-sahabat PPM-Koltim dan Pemateri yang telah bersedia datang dan menyumbangkan pemikiran-pemikirannya di diskusi ini. Semoga apa yang kita diskusikan malam ini bisa kita aplikasikan di kehidupan sehari-hari,” tutupnya.
Reporter : Agusty Reza