Proyek PLTSa Sumur Batu Kota Bekasi Ditargetkan Beroprasi Tahun Ini
Gunungan Sampah
Kabartiga.com, Bekasi – Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi ditergetkan bisa selesai dan mulai dioperasikan pada akhir tahun 2017 ini. Proyek yang sudah dicanangkan oleh Pemerintah Kota Bekasi sejak tahun 2015 itu belum bisa berjalan karena adanya kendala pembuatan alat pembangkit listrik yang belum selesai dilakukan oleh pihak ketiga yakni PT Nusa Wijaya Abadi (NWA). Total investasi untuk pengadaan alat tersebut ditaksir mencapai Rp 800 miliar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Luthfi menargetkan proyek PLTSa bisa selesai dan mulai dioperasikan pada akhir tahun 2017 ini.
“Kita upayakan pengoprasiannya berjalan sesuai target, yaitu diakhir Desember tahun ini. Cuma kita lihat lagi, sebab perakitan alatnya kan agak rumit dan itu memakan cukup banyak waktu,” terang Jumhana Luthfi kepada awak media, Senin (20/11/2017) di Bekasi.
Jumhana sendiri mengklaim cara-cara dengan memanfaatkan sampah untuk diolah menjadi tenaga listrik dinilai cukup efektif untuk mengurangi tumpukan sampah di TPA Sumur Batu yang saat ini mengalami keterbatasan lahan atau zona untuk pembuangan.
Sebelumnya Walikota Bekasi, Rahmat Effendi menyebut PLTSa Sumur Batu bisa membakar 116 ton sampah perjam untuk dioleh menjadi tenaga listrik. Berbekal teknologi itu maka gunungan sampah di TPA Sumur Batu diyakini dapat mengurangi sebanyak 2 ribu ton lebih sampah setiap harinya dengan daya listrik yang dihasilkan 29,2 megawatt.
Setiap hari sampah yang dihasilkan oleh warga Kota Bekdan dibuang ke TPA Sumur Batu mencapai 1.500 hingga 1.600 ton. Area yang disediakan untuk PLTSa Sumur Batu sendiri seluas 6.800 meter persegi.
Selain bisa mengurangi gunungan sampah, bila dikelola dengan baik, termasuk diolah menjadi listrik, maka kedepan penyakit ISPA dan kolera, yang diakibatkan adanya sampah juga bisa berkurang disekitar TPA Sumur Batu.