Presiden Prancis Ejek Trump di Cina

  • Faisal
  • 10 Januari 2018
  • 458
  • Bagikan:
Presiden Prancis Ejek Trump di Cina Presiden Prancis, Emmanuel Macron. (Sumber:Reuters)

Kabartiga.com, Dunia – Lagi dan lagi, Donald Trump, Presiden Amerika Serikat membuat sensasi yang ada-ada saja. Namun kali ini, sensasi tersebut tidak datang dari mulutnya melainkan sindiran yang dilayangkan oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Tak tanggung-tanggung, Macron melakukan aksinya di Cina langsung dengan bahasa mandarin. Aksi ini bermula dari keputusan Trump mengeluarkan Amerika dari kesepakatan iklim Paris.   



Kesepakatan tersebut adalah bentuk persetujuan antar bangsa-bangsa untuk mengakui adanya perubahan iklim ekstrem di seluruh dunia yang harus segera dihentikan. Sayangnya Trump menempatkan dirinya di kelompok yang skeptik terhadap kejadian perubahan iklim. Ia merasa mengurusi hal semacam itu hanya buang-buang waktu saja. Macron yang merasa keputusan Trump adalah langkah yang salahpun tak tinggal diam. 



Dilansir dari Quartz, pada Senin 8 Januari, Macron mengirim postingan berisi video pada akun twitternya mengatakan “Make our planet great again” yang berarti kembalikan kejayaan planet kita. Kata-kata tersebut diadopsi dari moto kampanye Trump yaitu “Make America great again” yang berarti kembalikan kejayaan Amerika. Uniknya lagi, Macron melakukan kalimat itu menggunakan bahasa mandarin yang berbunyi, “rang diqiu zaici weida.” 



Tak hanya di Twitter, setelah berlatih beberapa saat dengan interpreter pribadinya, Macron mengutarakan kata-kata itu saat berpidato di Xi’an, gerbang kuno menuju Jalur Sutra legendaris di Cina. Ia menekankan kerja sama antara Prancis dan Cina. “Masa depan membutuhkan Prancis, Eropa, dan Cina.” ujarnya, “Kembalikan kejayaan planet kita.” Kata-katanya tersembut disambut riuh tepuk tangan para penonton. 



Macron juga mengimbau agar negara-negara Eropa mendukung proyek milyaran Jalur Sutra Cina yang disebut “One Belt, One Road.” Ia berharap saat menjalankan kerjasama, ada keseimbangan kerja sama antara keduanya. Dengan kunjungannnya, Macron menjadi pemimpin Eropa yang mengunjungi negeri tirai bambu paska kongres nasional Partai Komunis Cina. Dalam kongres tersebut, Xi Jinping mengukuhkan kekuasaannya pada masa lima tahun mendatang.   



Macron telah bertemu dengan Xi Jinping pada Senin sore dan memberikan hadiah berupa seekor kuda dari pasukan keamanan elit Prancis. Trump sendiri terakhir mengunjungi Cina pada November 2017 dan sempat melontarkan cuitan di Twitter soal Cina yang memanfaatkan Amerika Serikat lewat impor komoditas tanpa pajak sehingga negaranya merugi. Begitu juga Cina yang berusaha menjadi negara netral di dalam konflik antara Korea Utara dan Amerika Serikat baru-baru ini.



Reporter: AFN
Editor: Amar Faizal



Disarankan untuk anda