Lawan Radikalisme, Pemuda Lintas Iman di Bekasi Serukan Rawat Kebhinekaan
Ketua FKUB, Abdul Manan Saat Memberikan Sambutannya Dalam Aksi Solidaritas Pemuda Lintas Iman
Kabartiga.com, Bekasi – Aksi teror dan radikalisme yang terjadi belakangan ini, mengundang kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya di Kota Bekasi, Gabungan Pemuda Lintas Iman menggalang aksi solidaritas penyalaan seribu lilin untuk mengecam aksi teror dan radikalisme yang meresahkan masyarakat, terutama kalangan umat beragama.
Aksi ini dihadiri Ketua FKUB Kota Bekasi, Abdul Manan dan diikuti oleh Organisasi Kepemudaan, Mahasiswa, Ulama, dan Pendeta, yang digelar di halaman parkir Gereja Katolik Santo Bartolomeus Paroki, Jalan Gardenia Utara, Perumahan Taman Galaxy, Sabtu (19/5/2018) malam.
Dalam aksi, Ketua Pemuda Katolik Kota Bekasi, Dimas, menyatakan sikapnya tidak takut terhadap aksi teror yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, aksi tersebut harus dilawan oleh masyarakat dengan merawat Kebhinekaan yang ada di Indonesia.
“Pernyataan ini bukan hanya sekedar penyampaian semata, tetapi juga harus dilakukan dengan perbuatan dan tindakan secara nyata, dengan merawat Kebhinekaan itu sendiri,” ujarnya usai penyalaan seribu lilin.
Dimas menyakini, dengan merawat Kebhinekaan, masyakarakat Indonesia tidak akan terpecah belah dengan aksi teror dan radikalisme yang menghantui masyarakat belakangan ini.
“Kami akan terus mengintesifkan setiap elemen yang ada di Kota Bekasi agar bisa saling bersinergi dalam merawat Kebhinekaan itu,” terangnya.
Selain itu, Romo Gabriel, Pimpinan Gereja Katolik Santo Bartolomeus Paroki, menyatakan hal yang sama. Ia sangat menyayangkan aksi teror yang terjadi belakangan ini dengan melibatkan anak-anak.
“Bencana teror tersebut sangatlah memilukan. Bahkan saya dan jemaat Gereja pun menolak keras segala macam aksi teror apapun. Itu tidak sesuai dengan ajaran Agama manapun,” ungkapnya.
Ia berharap, aksi teror itu dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama Pemerintah yang memiliki peran besar dalam menjaga Kebhinekaan di Indonesia.
“Ya saya rasa ini pelajaran bagi kita semua, agar bisa saling menjaga satu sama lainnya. Pemerintah memiliki peran itu, untuk mengajak masyarakat menjaga Kebhinekaan ini,” jelasnya.
Menurut Ustad Misbah, seorang Ulama dari Nahdlatul Ulama, berharap Aksi teror dan radikalisme yang terjadi belakangan ini, pasca ledakan Gereja di Surabaya dapat menjadi perhatian penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat kemajemukan yang ada di Indonesia.
“Kita harus berastu padu, bergandengan tangan untuk melawan paham-paham radikalisme ini. Bukan hanya menjadi PR pemerintah, tetapi semua elemen, golongan masyarakat untuk melawan paham-paham ini,” tambahnya.