Tak Dapatkan Pelayanan Prima, Kartu Sehat Kota Bekasi Digunting-Gunting

  • Redaksi
  • 10 September 2018
  • 401
  • Bagikan:
Tak Dapatkan Pelayanan Prima, Kartu Sehat Kota Bekasi Digunting-Gunting Kartu Sehat Kota Bekasi Tidak Berfungsi di RS Elisabeth

Kabartiga.com, Bekasi – Salah seorang Ketua RW di Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang merasa kecewa dengan pelayanan Rumah Sakit Elisabeth Kota Bekasi, di Jalan Raya Naragong.


Edy merasa dirinya di perlakukan bukan seperti pasien lainnya yang mendapat pelayanan prima dari Rumah Sakit Elisabeth. Ia mengalami sakit kepala yang berkepanjangan, sehingga menyebabkan muntah-muntah.


Saat ditemui di kediamannya, Edy menceritakan kronologis penyebab kekecewaan pelayanan yang dialaminya di RS Elisabeth Kota Bekasi, hingga terjadinya pengguntingan Kartu Sehat yang dimilikinya.


“Pas hari Jumat sekitar dua minggu lalu, pukul 04.00 WIB, saya ke rumah sakit Elisabeth, sepanjang jalan saya muntah-muntah, bahkan minum air mineral saja saya muntah. Sampai di rumah sakit, saya sempat masuk ke ruang UGD, terus istri saya ditemui oleh pihak rumah sakit, katanya ini bukan penyakit kronis, cuma asam lambung, jadi cukup rawat jalan saja, engga bisa di rawat inap,” ungkapnya, Senin (10/9/2018).


Saat itu pun pihak RS Elisabeth tidak bisa menerima Edy, lantaran penyakitnya yang di diagnosa oleh dokter bukan penyakit berat. “Pihak rumah sakit bilang ini bukan penyakit kronis, terus mereka bilang kalau besok sakit lagi, langsung dibawa ke rumah sakit umum aja karena KS baru bisa dipakai lagi 24 jam selanjutnya,” terang Istri Edy.


Mendengar pernyataan itu, Edy beserta istri meninggalkan RS Elisabeth untuk pulang ke rumah. Setibanya di rumah, Kartu Sehat Pemerintah Kota Bekasi yang dimiliki oleh Edy pun di gunting-gunting lantaran tidak memiliki fungsi di RS Elisabeth.


“Waktu berobat kemarin itu memang saya pakai KS, cuma saya juga bawa uang jika rumah sakit memintanya. Bukan karena pakai KS kita engga ada uang. Yaudah dari pada begitu lebih baik kita pulang dan panggil dokter ke rumah,” ujar Istri Edy.


Proses pengobatan di rumah berlangsung selama seminggu lebih. Selama itu pula, Edy telah menghabiskan puluhan botol infus untuk berjuang keluar dari sakit yang kini mulai merembet ke pengelihatan dan kepala.


"Saya itu dulu bela-belain promosiin KS ke masyarakat saya. Dengan KS semua penyakit bisa langsung ditangani rumah sakit, tapi giliran saya yang sakit, kok begini. Saya jadi malu sendiri," tutupnya.



Disarankan untuk anda