Rahmat Effendi dan Tri Adhianto Kurangi Biaya Operasional Dinasnya Sebesar 40 Persen

  • Redaksi
  • 21 September 2018
  • 375
  • Bagikan:
Rahmat Effendi dan Tri Adhianto Kurangi Biaya Operasional Dinasnya Sebesar 40 Persen Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (tengah), saat menuju ruang sidang Paripurna DPRD Kota Bekasi

Kabartiga.com, Bekasi – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi dan Wakilnya, Tri Adhianto siap mengurangi biaya operasionalnya sebagai Kepala Daerah sebanyak 40 persen.


Bahkan, pria yang akrab disapa Bang Pepen ini pun siap tidak menerima fasilitas Mobil Dinas dari jabatannya sebagai Wali Kota Bekasi.


“Nanti tunjangan operasional saya, saya potong 40 persen. Saya tidak dikasih mobil juga bensinnya tidak apa-apa. Untuk apa? Untuk memberikan contoh, bahwa kita tahun ini mengalami turbolensi yang cukup dahsyat,” kata Rahmat Effendi dalam pidatonya di sidang Paripurna DPRD Kota Bekasi, Jumat (21/9/2018).


Rahmat Effendi mengakui, bahwa hal ini dilakukan lantaran turbolensi yang dialami oleh Pemerintah Kota Bekasi selama delapan bulan ini. Turbolensi ini terjadi karena tidak sinkronya antara pengeluaran daerah dengan pendapatan yang dicapai. Sebab itu, dengan sisa waktu empat bulan ini, ia berharap para SKPD dapat bekerja maksimal, menyelesaikan yang tertunda.


“Uangnya itu dari Pajak Rakyat. Jadi kalau APBD di sahkan, kas daerah tidak punya duit. Jadi kalau anggaran kemarin dalam delapan bulan kinerjanya turun, potensi-potensi tidak bisa di capai, sementara belanjanya jalan, itu yang tadi saya anggap turbolensi,” pungkasnya.


Ia mengklaim, bahwa turbolensi ini tidak ada kaitannya dengan isu tentang APBD Kota Bekasi yang dinilai mengalami defisit. “Ya engga ada kaitannya. Defisit itu, ketika nanti kita sepakat bersama DPRD, bahwa uangnya tidak ada karena potensi yang di proyeksikan itu tidak terpenuhi, mungkin karena ada syaratnya yang tidak terpenuhi atau lain sebagainnya,” ungkap Rahmat Effendi.


Kendati demikian, Rahmat meyakini, bahwa persoalan turbolensi ini tidak akan berlangsung lama. Oleh sebab itu, ia meminta kepada seluruh perangkat kerja di Pemerintah Kota Bekasi untuk bersama-sama menyelesaikannya.


“Saya dan pak Ketua sepakat, bahwa persoalan turbolensi ini di pertengahan tahun 2019 sudah mulai lancar kembali. Oleh sebab itu, saat ini kita haru bekerja, bekerja, bekerja dan bekerja. Makanya sampai akhir tahun kita pertaruhkan, tidak ada namanya APBD yang defisit,” ujarnya.



Disarankan untuk anda