Dinkes Kota Bekasi Tetapkan Status Siaga Untuk DBD

  • Redaksi
  • 29 Januari 2019
  • 475
  • Bagikan:
Dinkes Kota Bekasi Tetapkan Status Siaga Untuk DBD Pasien DBD Anak dirawat di RSUD Kota Bekasi

KABARTIGA, Bekasi – Dari data yang diberikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan yang signifikan, jika dibandingkan pada tahun 2018. 


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Dezi Syukrawati mengatakan, jumlahnya mengalami peningkatan hingga 53 persen dibandingkan dari Januari tahun lalu.


"Januari 2018 ada 49 kasus sedangkan Januari per hari ini, ada 75 kasus DBD," katanya, saat ditemui di Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Selasa (29/1/2019).


Faktor penyebab meningkatnya kasus DBD ini akibat perubahan cuaca. Ditambah, lingkungan pemukiman warga yang dinilai tidak bersih membuat berkembang biaknya jentik nyamuk pembawa wabah dengue.


Baca : 75 Kasus DBD Menyerang Warga Kota Bekasi Selama Januari 2019


"Lingkungan warga yang jarang dibersihkan menjadi pertumbuhan nyamuk aedes aegypti untuk berkembang. Ancaman wabah DBD pun diperkirakan masih akan terjadi untuk kedepannya mengingat memasuki musim penghujan," ujar Dezi.


Penetapan status siaga ini menjadi pihaknya mewaspadai peningkatan kasus hingga April 2019 mendatang. Sebab itu, Dinkes Kota Bekasi mengimbau agar setiap Rumah Sakit dapat melaporkan data pasien DBD.


"Untuk itu, kami meminta kepada seluruh rumah sakit baik rumah sakit pemerintah dan swasta serta layanan rumah sakit lainnya melaporkan temuan kasus pasien DBD," ucap Dezi.


Sementara, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, saat ini terdapat 14 pasien DBD yang masih dirawat. Tujuh di antara mereka adalah pasien anak-anak, sedangkan tujuh lainnya pasien dewasa.


Reporter : Dika 



Disarankan untuk anda