Setelah Imlek, Klenteng Hok Lay Kiong Akan Merayakan Cap Gomeh

  • Redaksi
  • 06 Februari 2019
  • 534
  • Bagikan:
Setelah Imlek, Klenteng Hok Lay Kiong Akan Merayakan Cap Gomeh Warga Tionghoa Kota Bekasi ramai-ramai panjatkan doa di Klenteng Hok Lay Kiong Bekasi Timur pada malam Imlek

KABARTIGA, Bekasi – Cap Gomeh adalah bagian tradisi yang tidak akan terlupakan, setelah perayaan Imlek. Pasalnya, para keturunan Tionghoa di Kota Bekasi juga akan merayakan kebiasaan tersebut.


Biasanya pawai Cap Gomeh ini akan berlangsung dua minggu kemudian, setelah perayaan Imlek. Salah satu tokoh Tionghoa di Kota Bekasi, Ronny Hermawan mengatakan, Cap Gomeh akan dimeriahkan dengan berbagai budaya serta hiburan barongsai. Pawai akan dimulai dari Klenteng Hok Lay Kiong menuju jalan Ir Juanda.


“Rutenya nanti dari Klenteng mengarah ke jalan Juanda menuju ke jalan Baru, masuk ke jalan perjuangan balik lagi ke jalan Juanda dan kembali ke Klenteng. Pawai ini setiap tahun kita laksanakan. Biasanya dua minggu setelah perayaan Imlek,” ujar Ronny saat ditemui di Klenteng Hok Lay Kiong, pada malam perayaan Imlek 2570.


Pada malam perayaan Imlek, Selasa (5/2/2019), ratusan warga Tionghoa Kota Bekasi memadati Klenteng Hok Lay Kiong, untuk memanjatkan doa kepada para Dewa. Ronny mengaku, ada 29 patung Dewa yang disediakan panitia. 


“Dewa Hian Thian Siang Tee adalah Dewa utama untuk pemanjatan doa. Kami berharap diberikan kesalamatan dan juga kesejahteraan,” ucapnya.


Selain itu, Klenteng Hok Lay Kiong juga dihiasi 500 lilin dan 1500 dupa. Imlek tahun ini diharapkan bisa memberikan perubahan untuk masyarakat Indonesia.


"Semoga, rezeki terus bertambah, sehat selalu dan ingat selalu jaga ketentraman dan persaudaraan," tutupnya.


Reporter : Dika



Disarankan untuk anda