BMKG Diduga Lakukan Kecurangan Lelang AWOS
JAKARTA - Penyediaan alat ukur observasi cuaca otomatis atau Automated Weather Observing System (AWOS) kategori 1 yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diduga sarat dengan kepentingan sejumlah petinggi BMKG.
Pantauan Kabartiga, dalam website LPSE BMKG, dugaan itu terlihat pada perbandingan perbedaan persyaratan teknis pada pelelangan sebelumnya yaitu AWOS kategori 2 yang dilakukan BMKG pada bulan Februari 2019, dimana tidak disebutkan persyaratan pengalaman pekerjaan pemasangan AWOS di Indonesia dalam tiga tahun terakhir.
Hal ini berbeda pada persyaratan teknis Lelang AWOS Kategori 1 yang di tambahkan persyaratan teknis tersebut.
Saat dikonfirmasi, Ketua Pokja VI Unit Layanan Pengadaan (ULP) BMKG, Lady Clara Sihotang, Ia menyarankan, agar konfirmasi tersebut dialamatkan kepada pusat informasi BMKG secara formal.
"Kalau mau konfirmasi ke APIP (Audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah). Prosedurnya begitu," ujarnya saat dihubungi, Jumat (2/5/2019).
Dalam lelang ketegori 1 ini, BMKG menetapkan PT Telematika Wahana Solisindo dengan harga penawaran sebesar Rp 17.696.400.000. Sementara PT Carpediem Mandiri mengajukan penawaran sebesar Rp 17.399.000.000 dari total Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp 18.000.000.000 yang ditetapkan BMKG.
Hingga berita ini ditayangkan, BMKG enggan memberikan tanggapannya atas dugaan kecurangan proses lelang AWOS kategori 1.