Si-Taro Solusi Masyarakat Kota Bekasi Tidak Perlu Antri Tunggu Obat

  • Redaksi
  • 30 Mei 2019
  • 1105
  • Bagikan:
Si-Taro Solusi Masyarakat Kota Bekasi Tidak Perlu Antri Tunggu Obat RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi

BEKASI – Pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdul Madjid, Kota Bekasi, kini tidak perlu lagi mengantri obat. Petugas akan mengirimkan langsung, obat ke alamat pasien masing-masing.


Program layanan pengiriman obat untuk pasien di RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid, Kota Bekasi adalah terobosan baru yang diciptakan Direktur Utama RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid, dr. Kusnanto Saidi.


Layanan ini diberinama Si-Taro, yang dapat mempermudah pasien untuk tidak lagi mengantri obat di apotek RSUD. Pasien hanya cukup memberikan alamat dan nomor telpon kepada petugas, obat akan dikirim.


“Jadi setelah pasien selesai periksa, begitu dia menyerahkan resep obat yang dikasih dokter di apotek, petugas kami akan menawarkan terlebih dahulu, apakah obatnya mau ditunggu atau diantar? Kalau mau ditunggu boleh, diantar juga boleh, gratis,” kata Kusnanto kepada Kabartiga, Kamis (30/5/2019).


Kendati demikian, obat hanya bisa dikirim oleh petugas, yang bukan obat keras atau yang segera harus di minum oleh pasien setelah pemeriksaan.


“Ada beberapa obat yang tidak bisa kami antarkan seperti obat-obat keras, obat yang harus segera diminum pasien, jadi tidak semua obat yang bisa diantar,” ujar Kusnanto.


Menurutnya, saat ini petugas pengantar obat RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid baru hanya melayani untuk empat kecamatan di Kota Bekasi, yaitu Bekasi Timur, Bekasi Barat, Bekasi Selatan dan Bekasi Utara.


“Pasien bisa langsung mengcek alur perjalanan obat dengan membuka link http://daftaronline.rsudkotabekasi.net/ yang merupakan sistem pendaftaran online rawat jalan milik RSUD dr.Chasbullah Abdul Madjid,” terang Kusnanto.


“Jadi selain bisa melihat alur pengiriman obat, pasien yang rawat jalan juga bisa mendaftar lewat link tersebut. Misal, pasien mau kontrol besok pagi, sekarang sudah bisa daftar online dan besok tidak perlu antri lagi, langsung masuk ke poli yang dituju,” tambanya.


Kedepan, Kusnanto berharap, program ini bisa bekerjasama dengan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, untuk melayani 12 Kecamatan di Kota Bekasi. Sebab keterbatasan petugas dan operasional untuk bahan bakar minyak (BBM) motor kurir menjadi salah satu keharusan untuk pengantaran obat.


“Kita kan gratis, jadi tidak bisa mengenakan tarif. Tapi kalau nanti masyarakat ingin bertarif, mungkin bisa kita rubah untuk masyarakat yang berbayar seperti pasien kelas 1 BPJS, asuransi swasta dan umum, kecuali untuk pasien pengguna KS NIK, BPJS kelas 3, ya kami gratiskan. Doain saja semoga ada perusahaan yang mau memberikan CSR-nya untuk pelayanan kesehatan masyarakat Kota Bekasi,” tutupnya.



Disarankan untuk anda