Kisruh PPDB Online: Orang Tua Siswa di Kota Bekasi Menunggu Bangku Kosong

  • Redaksi
  • 09 Juli 2019
  • 440
  • Bagikan:
Kisruh PPDB Online: Orang Tua Siswa di Kota Bekasi Menunggu Bangku Kosong

BEKASI - Penerimaan Peserta Didik Baru berbasis Online untuk tingkat SMA dan SMK di Kota Bekasi, kian di keluhkan warga. Banyak siswa resah atas pengumuman yang dilakukan secara manual oleh pihak sekolah.


Akibatnya, orang tua siswa terpaksa menunggu dan belum mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta karena menunggu pengumuman bangku kosong yang terisisa dari beberapa jalur yang ada.


“Pendaftaran secara online, tapi pengumuman dilakukan manual. Ini bisa menjadi celah bagi oknum untuk melakukan penyimpangan,” pungkas Pemerhati Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo, Selasa (9/7/2019).


Menurut Didit, pada PPDB Online tahun ajaran 2019 ini rentan penyimpangan manipulasi data, misalnya pada jalur zonasi jarak yang diinput panitia PPDB di sekolah, bisa di manipulasi oleh operator. Begitu juga pada jalur afirmasi yang menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).


“Misalnya untuk jalur zonasi kombinasi, zonasi jarak sangat rawan penyimpangan tidak sesuai data yang diinput online. Manipulasi data terkait zonasi jarak yang diinput panitia PPDB sekolah juga bisa saja dimanipulasi karena dikendalikan operator. Begitu juga terkait jalur afirmasi yang menggunakan SKTM diduga banyak yang aspal,” ucapnya.


Selain itu, pasca diambil alihnya pengelolaah SMA dan SMK ke Provinsi, Didit menilai, belum adanya pemerataan pemabangunan unit sekolah baru untuk SMA atau SMK di Kota Bekasi. Kendati hal ini akan menjadi persoalan PPDB online setiap tahunnya.


“Karena masih banyak wilayah di Kota Bekasi yang belum memiliki SMA Negeri baru, sudah otomatis setiap PPDB online akan menyisihkan calon siswa yang jarak rumahnya jauh dari sekolah. Sistem zonasi itu harus berkeadilan, disesuaikan dengan jumlah sekolah dan jarak siswa terjauh. Kalau seperti ini terus, nanti banyak orang tua siswa yang pindah rumah dekat sekolah, numpang Kartu Keluarga dan buat domisili dadakan, untuk menyiasatkan anaknya masuk sekolah negeri,” tukasnya.


“Jika orang tua mereka mampu, sudah pasti mendaftar di sekolah swasta, harus tanpa repot ikut PPDB Online. Karena hari ini, kwalitas swasta lebih terjamin dan menganggap pendidikan bagian dari investasi masa depan anak,” tambah Didit.



Disarankan untuk anda