Melongok Langkah M3, Hingga Belajar Politik Dengan Rahmat Effendi

  • Redaksi
  • 14 Juli 2019
  • 510
  • Bagikan:
Melongok Langkah M3, Hingga Belajar Politik Dengan Rahmat Effendi Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (kiri) dan Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono (kanan)

BEKASI – Pemerhati Kebijakan Publik Bekasi, Didit Susilo menilai langkah Tri Adhianto, mengambil tongkat estafet Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) adalah langkah tepat.


Pilkada Kota Bekasi 2018 lalu, Tri menjadikan Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai kendaraan untuk mendampingi petahana Rahmat Effendi. Namun konfigurasi itu berubah seketika, setelah Tri berhasil merebut tampuk pimpinan PDIP di Kota Bekasi.


“Sangat tepat. Konfigurasi politik di Kota Bekasi langsung berubah karena PDIP masuk gerbong Pemerintahan. Pastinya, PDIP, dengan jumlah 12 kursi DPRD pada Pileg 2019 ini, sudah secara otomatis akan menyokong dan mengawal program Pemkot Bekasi hingga 2023,” ucap Didit, kepada Kabartiga, Sabtu (14/7/2019) malam.


Langkah Tri untuk duduk sebagai Ketua DPC PDIP Kota Bekasi hari ini, menurut Didit, terlihat saat pra Pilkada Kota Bekasi tahun lalu. Pasalnya, sebelum dipinang PAN, Tri sudah lebih dulu melongok PDIP. Hanya saja, niat itu batal lantaran mantan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad (M2) kembali maju mencalonkan sebagai bakal calon Wali Kota Bekasi melalui DPC PDIP Kota Bekasi.


Sayangnya, M2 saat itu di tolak oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, sehingga keluar rekomendasi DPP untuk nama Sumiyati-Lilik Haryoso sejam sebelum pendaftaran pasangan calon ditutup.


“Tri atau M3 (Mas Tri) harus terus belajar banyak kepada Rahmat Effendi dan mau mengkolaborasikan perpolitikan, agar kinerja pemerintahan dapat harmonis dan saling melengkapi. Jangan sampai ada lagi ungkapan sebagai ‘Ban Serep’. Jabatan Ketua DPC saat ini cukup memperkuat frotolio politik. Pesan saya, jangan tergoda perpecahan di tengah jalan,” imbuhnya.


Tri adalah generasi selanjutnya, untuk perpolitikan jelang 2023 di Kota Bekasi. Sebab, petahana Rahmat Effendi tidak mungkin kembali mencalonkan pada Pilkada yang akan datang.


Perjalanan selama 4 tahun kedepan, apapun bisa terjadi, termasuk kekuatan Pilpres Prabowo kemarin yang memiliki basis kekuatan di Kota Bekasi yang cukup signifikan.


“Kalau M3 ingin besar kedepannya, maka belajarlah sama Wali Kota Rahmat Effendi. Ini fakta dan ujian untuk perjalanan harmonisasi kedepannya,” tutup Didit.



Disarankan untuk anda