Fesmed AJI di Jambi Usung Tema Literasi di Era Disrupsi

  • Redaksi
  • 10 Agustus 2019
  • 370
  • Bagikan:
Fesmed AJI di Jambi Usung Tema Literasi di Era Disrupsi M Ramond EPU, Ketua AJI Jambi saat memberikan paparannya dalam Malam Resepsi HUt AJI ke-25

JAKARTA - Hoaks, berita palsu dan disinformasi, belakangan ini menjadi perbincangan hangat. Tak heran, jika penyebarannya yang begitu cepat dan massif di internet dan media sosial, ditengah tingginya pengguna internet yang lebih separohnya dari 260 juta populasi di Indonesia. 


Berkaca pada hal itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kembali menggelar Festival Media tahun 2019, yang akan diselenggarakan di Kota Jambi, pada Sabtu (10/8/209), denga mengusung tema “Literasi di Era Disrupsi”. 


Festival Media AJI ke-8 Jambi ini resmi diluncurkan di Jakarta, di JS Luwansa, Rabu, 7 Agustus 2019.  Perhelatan tahunan ini bertepatan dengan perayaan HUT AJI ke-25. 


Festival Media merupakan salah satu momen di mana jurnalis, media dan publik bertemu melalui rangkaian kegiatan, mulai dari pameran, pelatihan hingga talkshow. 


"Kami sangat bangga dan berterimakasih sudah ditunjuk menjadi tuan rumah Festival Media Aliansi Jurnalis Independen ini,” kata M Ramond EPU, Ketua AJI Jambi setelah menghadiri peluncuran Festival Media di Jakarta. 


Fesmed di Jambi ini menjadi momen spesial, karena bertepatan dengan seperempat abad AJI dalam memperjuangkan independensi, profesionalitas dan etika jurnalis. 


 "Dengan tema Literasi di Era Disrupsi, jurnalis, media dan publik di Jambi akan diajak untuk melihat berbagai tantangan dan upaya menghadapi era digital saat ini," jelas Ramond.   


Sementara Ketua Umum AJI Indonesia, Abdul Manan mengajak para jurnalis di Jambi untuk mengikuti terlibat aktif dalam setiap rangkaian Fesmed yang penuh dengan kegiatan menarik, seperti workshop, talkshow dan lain sebagainya. 


"Tak hanya jurnalis, tapi juga kepada publik, masyarakat Jambi, blogger, Persma, mahasiswa, kita harapkan kedatangannya, karena di Fesmed ini akan banyak kegiatan menarik yang berkaitan dengan literasi media," kata Manan. 


Tema yang diusung dalam Fesmed 2019 ini masih selaras dengan tema HUT ke-25 AJI. Menurut Manan, tema besar Literasi di Era Disrupsi ini diangkat karena sebagai salah satu cara AJI untuk menjawab tantangan yang dihadapi jurnalis saat ini.  Tantangan di era disrupsi ini, jurnalis dihadapkan pada iklim media yang mengalami perubahan kultur orang membaca berita, dari sebelumnya cetak beralih ke digital. Sehingga, itu berdampak pada tutupnya perusahaan media cetak. 


"Disrupsi lain berdampak media itu sendiri sebagai penyalur informasi yang sekarang informasi sudah beralih ke media sosial. Tentu dengan peralihan ini media mainstream mendapatkan kompetitor yang serius," katanya. 


Dengan tema Literasi di Era Disrupsi yang diangkat dalam Fesmed 2019 ini kata Manan, juga bisa mendorong peningkatan kapasitas jurnalis untuk menghadapi perubahan di era yang baru ini.


Sebagai dampak digitalisasi sekarang ini informasi tidak akurat, hoaks dan fake news mudah tersebar secara masif di media sosial.   


"Karena itu yang bisa dilakukan jurnalis adalah bagaimana juga bisa mendidik publik supaya lebih melek dan kritis ketika menerima informasi dari media sosial," tutupnya.



Disarankan untuk anda