Bebas Sampah, Wakil Wali Kota Bekasi Ajak Masyarakat Gunakan Rumus 3R
BEKASI – Budaya bersih dalam pengelolaan sampah di Kota Bekasi yang dilakukan masyarakat masih jauh dari kata “Baik”. Pasalnya masih saja ditemui aktivitas masyarakat yang sembarang membuang sampah tidak pada tempatnya.
Hal ini tentu bukan hanya menjadi pekerjaan rumah Pemerintah, tetapi butuh kesadaran bersama masyarakat di Kota Bekasi.
Menyikapi hal ini, Wakil Wali Kota Bekasi mengkui pentingnya peran masayarakat dalam pengelolaan sampah. Sebagai contoh kecil dalam pengelolaan sampah rumah tangga, yang ia yakini bisa bermula dari rumusan 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle).
“Rumusan 3R ini bisa menjadi upaya atau niatan masyarakat dalam mengelola sampahnya sendiri. Sehingga kedepan, jika rumusan ini digunakan oleh setiap masayarakat, Insya Allah pengelolaan sampah Kota Bekasi bisa jauh lebih baik,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Tri, Pemerintah Kota Bekasi juga sudah melakukan upaya dalam pengelolaan sampah seperti program Bank Sampah di setiap RW, Sedekah Sampah, hingga Pembangkit Listrik Tenaga sampah (PLTSa).
“Sekarang itu ada 300an Bank Sampah yang aktif beroperasi, dari target kita 1000 Bank Sampah. Terus juga kita sudah lakukan yang namanya sedekah sampah, terus rencana kita juga akan mengubah sampah menjadi Tenaga Listrik, tapi yang di TPA (Tempat Pembuangan Akhir Sumur Batu, red), memang belum ada pengelolaan sama sekali, tapi mudah-mudahan ada prospek lebih baik lagi, sehingga tahun depan bisa kita bangun,” ungkapnya.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, dikutip dari Kompas.com, dalam sehari sampah yang dihasilkan di Kota Bekasi mencapai 1.890 Ton, sementara 700 Tonnya adalah sampah plastik.