Dewan Pengawas Minta PDAM Tirta Patriot Tidak Kecewakan Pelanggan
Kali Kemakmuran di Jalan Kemakmuran, Kelurahan Margajaya terpantau berbusa dan hitam pekat akibat tercemar limbah
BEKASI - Penurunan jumlah produksi debit air kepada pelanggan yang dilakukan oleh PDAM Tirta Patriot menunjukkan BUMD milik Pemerintah Kota Bekasi itu kurang profesional dan hrs bertanggung jawab kepada pelanggan. Akibatnya pelanggan dirugikan dengan pengurangan debit Air tersebut.
Kendati bermasalah terhadap bahan baku yang tercemar oleh limbah industri, Dewan Pengawas PDAM Tirta Patriot, Toro Tomongo menilai pengurangan debit produksi dari yang sebelumnya 500 liter per detik menjadi 150-200 liter per detik air kepada pelanggan solusi yang kurang tepat.
"Apapun alasannya itu menandakan kelemahan dan ketidaksiapan terhadap permasalahan yang terjadi. Yang dirugikan lagi-lagi pelanggan, ini sikap kurang profesional," ujar Toro, Rabu (2/10/2019), menyesalkan pengurangan jumlah produksi debit air kepada pelanggan sejak pekan lalu.
Toro menilai kebutuhan masyarakat terhadap air bersih yang layak pakai sangat penting. Apalagi di tengah musim kering ini. "Kebutuhan air merupakan hal penting. PDAM wajib memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggannya. Jangan mereka (pelanggan) diminta memenuhi kewajibannya membayar sementara hak mereka dikurangi, sama saja merugikan sebelah pihak," kata dia, "hak dan kewajiban agar seimbang," sambungnya.
Kondisi air baku PDAM Tirta Patriot, diduga telah terkontaminasi oleh limbah. Tinjauan di Bendungan Kali Bekasi yang mempertemukan antara Kali Bekasi dengan Kali Malang, ditemukan kondisi air berwarna hitam pekat yang disertai bau dan berbusa.
Selain PDAM Tirta Patriot, warga RT 002 RW 002 Kelurahan Margajaya Kecamatan Bekasi Selatan juga mengeluh atas baunya air Kali Bekasi yang mengalir ke Sungai Kemakmuran. Dampak real yang terjadi di Sungai Kemakmuran ialah rusaknya ekosistem seperti tumbuhan dan ikan yang mati.
Toro Monongo berujar, agar Direksi PDAM Tirta Patriot memutar otak untuk mencari solusi terbaik atas masalah yang tengah dihadapi tersebut. Dia memberi gagasan agar PDAM Tirta Patriot menggunakan bahan baku air yang mengalir lewat Palanta dari Kali Malang.
"Usulkan agar Palanta diperbesar guna memenuhi kebutuhan baku produksi dan Air dari sungai bekasi sementara ada limbah ditutup dulu. Kita perlu minta sodetan sipon. Sebab, jika tetap menggunakan aliran yang melintas di Bendung Kali Bekasi, masalah tidak akan terurai," ujarnya.
Sebelumnya, dikutip dari Palapapos.co.id, Humas PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi, Uci Indrawijaya, mengatakan pihaknya tetap menjaga kualitas dan mutu produksi. Hanya saja jumlah debit supply ke pelanggan tidak 100 persen seperti biasanya.
"Suplay ke pelanggan hanya mampu 150 sampai dengan 200 liter per detik dari normalnya 500 liter per detik. Penurunan ini karena harus mempertahankan kualitas air ke pelanggan," ujar Uci.
Penurunan produksi PDAM Tirta Patriot disinyalir akibat bahan baku air tercemar limbah industri. Bendungan Kali Bekasi yang mempertemukan Kali Malang dengan Kali Bekasi menjadi muara terkontaminasinya air baku.