PDAM Tirta Patriot Tegaskan Road Map Layanan Air Bersih, Dorong Program Inovasi dan Efisiensi
Kantor Pusat PDAM Tirta Patriot.
BEKASI – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot menegaskan komitmennya dalam menjalankan rencana bisnis dan peta jalan (road map) peningkatan cakupan layanan air bersih sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyertaan Modal Pemerintah (PMP), meski besaran dukungan anggaran sepenuhnya menjadi kewenangan eksekutif dan legislatif.
Direktur Utama PDAM Tirta Patriot, Ali Imam Fariyadi menyampaikan, bahwa pihaknya telah menuntaskan pemaparan rencana bisnis dan target layanan kepada pemerintah daerah dan DPRD. Namun, keputusan terkait besaran penyertaan modal tetap berada di tangan para pemangku kebijakan.
“Kami sudah menyampaikan road map menuju cakupan layanan 46,2 persen sesuai Perda. Soal dikabulkan atau tidak, berapa besarannya, itu kebijakan DPRD dan eksekutif. Prinsipnya, kami sudah menyampaikan secara proporsional,” ujarnya, Senin (22/12/2025).
Dalam rencana tersebut, PDAM Tirta Patriot mengusulkan kebutuhan investasi sekitar Rp1,7 triliun. Namun, perusahaan hanya mengajukan sekitar Rp600 miliar untuk periode lima tahun, atau kurang dari sepertiga total kebutuhan.
Angka tersebut dinilai realistis dan disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah. Akan tetapi, keterbatasan dukungan anggaran akan berdampak pada pencapaian target layanan.
“Jika dukungan terbatas, maka jangan menetapkan target waktu yang terlalu ketat. Kami pastikan tujuan tercapai, tetapi waktunya harus realistis,” kata Ali Imam.
Selain fokus pada peningkatan cakupan layanan, PDAM Tirta Patriot juga menyiapkan sejumlah program inovatif untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya adalah program pemasangan sambungan baru dengan target sekitar 16.000 pelanggan baru pada 2026, dari total rencana sebanyak 140.000 pemasangan baru.
"Perusahaan juga merencanakan kebijakan penghapusan denda bagi pelanggan nonaktif. Pelanggan cukup melunasi tunggakan pokok, sementara biaya pemasangan kembali akan digratiskan sebagai bentuk stimulus pelayanan," ungkap Ali Imam.
Disisi lain, PDAM Tirta Patriot turut mendukung kebijakan Pemerintah Kota Bekasi dalam mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai melalui pengembangan program spot air minum. Program ini menyediakan air minum layak konsumsi dengan harga terjangkau, bahkan gratis di beberapa fasilitas pemerintah.
“Saat ini prioritasnya di kantor pemerintahan sesuai edaran wali kota. Kedepan, kami juga menerima permintaan dari sekolah, pesantren, masjid, hingga lingkungan RW,” jelasnya.
Meski demikian, keterbatasan produksi unit masih menjadi tantangan sehingga implementasi dilakukan secara bertahap. Untuk itu, PDAM membentuk tim khusus guna mengkaji aspek pelayanan dan keberlanjutan bisnis program spot air minum agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Kami ingin program ini bukan semata bisnis, tapi pelayanan. Kalau ada manfaat ekonomi, itu menjadi nilai tambah yang bisa dibagi secara adil, termasuk bagi lingkungan RW sebagai mitra,” tambahnya.
PDAM Tirta Patriot berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memahami keterkaitan antara dukungan anggaran, target layanan, dan waktu pencapaian, sehingga upaya peningkatan layanan air bersih bagi masyarakat Kota Bekasi dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. (AL)