Kota Bekasi Jalani Imunisasi Campak Measles dan Rubella

  • Redaksi
  • 01 Agustus 2017
  • 389
  • Bagikan:
Kota Bekasi Jalani Imunisasi Campak Measles dan Rubella OPERASI: Wali Kota Bekasi ikuti pelaksanaan hari pertama imunisasi campak measles dan rubella di SMPN 2 Kota Bekasi

Kabartiga.com, Bekasi – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mendukung penuh program Imunisasi Campak Maesles dan Rubella (MR), yang mengancam kesehatan daya tubuh anak.



Ia memerintahkan kepada seluruh Sekolah di Kota Bekasi agar melakukan imunisasi terhadap siswa didiknya. Perintah ini diwajibkan bukan hanya untuk sekolah negeri saja, melainkan swasta yang berada di bawah payung Yayasan atau Lembaga Pendidikan.



“Jika ada kepala Sekolah dan Yayasan yang menolak imunisasi campak measles dan rubella ini, laporkan dan akan saya panggil. Jika masih menolak, saya copot izinnya. Kita akan mendukung penuh program ini, asal vaksinya asli, tidak seperti yang terjadi di Kemang Pratama tempo lalu,” jelas Wali Kota, saat mengikuti sosialisasi imunisasi campak measles rubella di SMP Negeri 2 Kota Bekasi, Selasa (1/8/2017).



Imunisasi MR ini sebagaimana dijelaskan oleh Menteri Kesehatan RI, pada beberapa waktu lalu, untuk melindungi anak Indonesia dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan.



Rahmat Effendi menjelaskan, ada sekitar 16.000 kader Posyandu yang siap membantu Dinas Kesehatan Kota Bekasi untuk melakukan imunisasi campak measles rubella ini.



Bahkan tidak hanya itu, dirinya pun meminta Dinas Pendidikan, Kecamatan, Kelurahan serta elemen masyarkat kota bekasi juga turut mensukseskan progam penting ini. Pasalnya, ada 600 ribu anak di Kota Bekasi yang akan dilakukan imunisasi.



“Kalau untuk kesehatan, Pemkot mendukung penuh, bahkan akan kita siapkan kader dan juga pendukungnya. Saat ini Pemkot Bekasi menargetkan penyebaran kartu sehat berbasis Nik hingga Desember 2017 sebanyak 300 ribu, sekitar 40-50 persen warga yang akan mendapatkan kartu sehat ini,” pungkasnya.



Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kusnanto Saidi, menambahkan, sekitar 658.563 anak berusia 9 sampai 15 tahun yang harus dilakukan imunisasi. Pada tahap awal sosialisasi imunisasi campak measles rubella ini, Dinkes sudah melakukan imunisasi ke 1.200 siswa di SMP Negeri 2 Kota Bekasi.



“Ada 1.700 pos pelayanan yang kita siapkan dari Rumah Sakit, Posyandu, Puskesmas dan ada 783 Sekolah Dasar, 248 Sekolah Menengah Pertama, dengan tenaga pelaksana yang di siagakan, diantaranya dokter, bidan dan perawat sebanyak 832 orang, dan dibantu kader posyandu sebanyak 13.857 dan 250 petugas PMI Kota Bekasi,” ungkapnya.



Kusnanto optimis, program imunisasi measles rubella, yang dijalankan di Kota Bekasi ini, mampu menembus 95 persen dari jumlah anak yang harus di imunisasi.



Menurutnya, masyarkat tidak perlu khawatir dengan ketraumaan pada vaksin palsu yang terjadi di tahun 2015 lalu. Sebab, vaksin yang digunakan untuk imunisasi campak measles rubella ini dijamin ke asliannya dari Kementerian Kesehatan RI.



“Fatwa MUI sendiri sudah menghalalkan untuk imunisasi ini, bahkan itu wajib. Kita akan bekerja secara maksimal, agar target nasional ini dapat tercapai,” tutupnya.



Editor : Muhammad Alfi



Disarankan untuk anda