Munzir Si Penghina Gus Dur Akhirnya Minta Maaf
Munzir Situmorang, melakukan klarifikasi dan meminta maaf kepada keluarga dan tokoh besar Nahdlatul Ulama
Kabartiga.com, Bekasi – Pelaku penghinaan Alhamarhum KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang akrab dikenal itu, akhirnya mengakui kesalahannya kepada para Ulama, Tokoh dan warga Nahdlatul Ulama.
Munzir Situmorang mengaku, hal yang dibuatnya itu adalah kekhilafannya saat melakukan syiar beberapa waktu lalu. Video ucapannya yang beredar di Youtube pun di akuinya.
“Saya lepas ngmongong yang luar biasa, lepas kontrol, makanya saya mohon maaf di kesempatan ini dan saya sangat menghormati Kyai Ma’ruf Amin, yang dilecehkan Ahok,” ungkap Munzir saat melakukan klarifikasi pernyataannya tersebut, di aula kantor Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat, pada Minggu malam (27/8/2017).
Klarifikasi itu dihadiri puluhan anggota Banser NU, GP Anshor Kota Bekasi, Tokoh NU Kota Bekasi, pihak Pemerintah Kota Bekasi, Danramil 01/Kranji dan Wakapolsek Bekasi Kota, serta Ketua DKM Masjid Assalam dan Ketua RW 13.
Permohonan maaf Munzir juga dilakukan di atas kertas, dan disaksikan para tokoh dan pihak pemerintah kota bekasi atas perbuatannya menghina, Tokoh besar NU dan mantan Presiden Republik Indonesia ke-4 itu.
“Saya mengaku, bahwa yang beredar di youtube adalah pernyataan saya, disini saya akan membuat pernyataan maaf secara tertulis dan disaksikan yang hadir,” pungkasnya.
Video ucapan Munzir Situmorang yang diunggah ke Youtube ini terjadi pada tahun 2015 dan sudah melalui proses edting, dengan pemotongan durasi.
Pihak DKM Masjid Assalam, H. Michaf Mapayo mengakui video tersebut adalah dokumentasi milik DKM Masjid Assalam, namun semua file dan unggahan yang ada di youtube sudah dihapusnya, pasca viralnya peristiwa tersebut.
“Sebenarnya rekaman terjadi pada tahun 2015 silam, dan di viralkan dan durasinya dipotong-potong. Kami memohon maaf, dan sekali lagi kami sudah mencabut semua dari youtobe, dan copy rekaman di kami sudah tidak ada sama sekali, dan kita tida ada niat yang lain,” tambahnya.
Sementara, Kepala Badan Kesbangpol Kota Bekasi, Abdillah mengatakan, klarifikasi ini guna meyelesaikan masalah yang terjadi, agar tidak meluas dan membuat perpecahan antar sesama umat Islam yang Rahmatan lil Alamin.
“Kota Bekasi sangat cepat dengan isu-isu yang miring dan mudah merebak, sehingga jangan sampai terjadi perpecahan umat Islam. Malam ini kita bersilaturahim, mari kita saling memaafkan karena adanya kesalahan sebagai manusia yang tidak sempurna,” katanya.
Menurut Abdillah, kehadiran Pemerintah sebagai jembatan yang meberikan solusi terhadap persoalan masyarakat. Ia khawatir, persoalan ini akan di politisir oleh sejumlah oknum, apabila tidak ditangani secara cepat, tepat dan responsif.
“Jangan sampai persoalan ini gampang sekali dipolitisir, apalagi menjelang pilkada, kita ini Islam yang rahmatan lil alamin. Indonesia bukan Negara Islam, tetapi Negara Pancasila, dimana keragaman suku, agama dan budaya yang dikemas baik dalam bingkai NKRI,” jelasnya.
Sebelumnya mediasi ini sempat mendapat penolakan dari warga yang hadir dalam klarifikasi tersebut. Ketua GP Ansor Kota Bekasi, Muhamad Jupri menjelaskan, penolakan itu lantaran ucapan kebencian Munzir sudah mencederai hati warga NU.
“Minggu lalu kita dapat perintah dari DPP Ansor, adanya ujaran kebencian yang dilakukan Munzir Situmorang di youtube terkait dengan tokoh besar, Kyai dan mantan Presiden RI ke 4 dan ini terjadi di Kota Bekasi. Terlepas itu kajian, pengajian atau kumpul-kumpul dan bertempat di masjid Assalam, Jakapermai, tetap ini penghinaan,” beber Jupri.
Oleh sebab itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, GP Ansor Kota Bekasi melakukan mediasi ini dengan berbagai pihak, diantaranya Pemerintah Kota Bekasi dan aparat penegak hukum.
“Kemarin kita GP Ansor sudah berkordinasi dengan para aparat untuk mengambil langkah dan agar upaya kita tidak dianggap sembrono dan brutal,” terang Jupri.
Bukan hanya tersebar dan menjadi viral di Nasional, tetapi video Munzir yang menghina Gus Dur sebagai Wali Setan itu, menyebar hingga ke negara tetangga Indonesia. Oleh sebab itu, kata Jupri, Banser, Banom dan Ansor mendesak pertemuan ini dilakukan.
“Terkait pengunggahan video di youtube, bukan hanya di Kota Bekasi tetapi di seluruh Indonesia bahkan sampai diluar negeri (nasional dan internasional). Kenapa kalimat tersebut yang tidak pantas harus keluar dari seorang Ustadz dan kehadiran Banser, Banom dan Ansor ingin tau kejelasan yang sebenarnya,” tutupnya.
Reporter : Amar Faizal Haidar
Editor : Muhammad Alfi