Ditjen PSLB3 : Kota Bekasi Belum Berhasil Raih Adipura 2017
Kabartiga.com, Bekasi – Direktorat Jenderal Pengelolan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (Ditjen PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup, mendata ada beberapa faktor yang menyebabkan Kota Bekasi belum berhasil meraih Adipura pada tahun 2017 ini.
Faktor-faktor tersebut karena belum optimalnya pengelolaan sampah di berbagai sektor seperti Jalan, Sekolah, Pertokoan, Perkantoran, Perumahan, Taman, Pasar Tradisonal.
Koordinator analisa dan data Direktorat Jenderal Pengelolan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, Aditya Nugraha mengatakan, bahwa kriteria tersebut menjadi fokus utama pada penilaian peraihan Adipura.
“Ini lokasi yang di pantau untuk Adipura. Adapun kirterianya ada di sektor-sektor tersebut,” ungkapnya saat memaparkan capaian nilai di masing sektor pada Rapat Koordinasi Adipura yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, di Gedung Al Muhajirin, Bekasi Timur, Selasa (26/9/2017).
Menurut Adit, pada sektor Jalan, masih terdapat Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati trotar untuk berjualan. Hal ini terdapat pada jalan Ir Juanda saat di pantau oleh tim Ditjen PSLB3 beberapa bulan lalu, di Kota Bekasi.
“Kita tidak menggusur PKL, cuma kalau bisa PKL ini ada di belakang trotar, sehingga dia (PKL) tidak menutupi fungsi pejalan kaki. Selain itu, juga kurang RTH (Ruang Terbuka Hijau) untuk fisik jalannya, serta tidak adanya tempat sampah. Kalau yang tertinggi itu ada di Jalan Chairil Anwar,” jelasnya.
Selain itu, untuk sektor perumahan di perumahan Taman Narogong Indah, Kelurahan Pengasinan, pemilahan dan penglolaan sampahnya rendah. Ditjen PSLB3 juga mendata, perumahan ini belum memiliki tempat pengelolaan sampah, sehingga nilainya pun hanya 45.
“Nilai 45 ini artinya masih belum ada sama sekali, oleh itu diharapkan pemerintah kota bekasi, khususnya bagi lurah, harus melakukan koordinasi dan sosialisasi untuk proses pemilahan dan penglolaan sampah,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Luthfi, mengakui, jika Kota Bekasi belum berhasil meraih Adipura pada tahun 2017 ini.
“Yang tadi disampaikan Pak Adit, terkait pada penilaian P1 di bulan Oktober dan November tahun 2016. Tentunya ini menjadi cerminan kita, bahwa kita tidak mendapatkan Adipura dan ini akan menjadi pelajaran bagi kita,” ungkapnya.
Luthfi mengatakan, sebentar lagi Kota Bekasi akan menghadapi penilaian pertama untuk Adipura 2018, di November dan Desember 2017 ini. Tentunya kekurangan dalam pencapaian adipura kemarin, akan menjadi pelajaran penting bagi Kota Bekasi.
“Kita masih ada waktu satu bulan lagi, untuk membenahi kekurangan-kekurangan yang ada,” bebernya.
Tim Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi juga sudah melakukan pendataan di berbagai sektor, untuk membenahi persoalan Adipura yang belum berhasil di raih Kota Bekasi.
Beberapa foto hasil survey yang dilakukan tim Dinas LH, banyak terdapat masyarakat yang melakukan pembakaran sampah. Oleh itu, periahan Adipura ini juga membutuhkan partisipatif masyarakat.
Dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi itu terlihat Wali Kota Bekasi, Wakil Wali Kota Bekasi, Sekertaris Daerah dan seluruh Kepala SKPD turut hadir.