NU Kota Bekasi Akan Kaji Pribadi Nabi Muhammad Dalam Berbangsa dan Bernegara

  • Redaksi
  • 30 November 2018
  • 476
  • Bagikan:
NU Kota Bekasi Akan Kaji Pribadi Nabi Muhammad Dalam Berbangsa dan Bernegara Pengurus PCNU Kota Bekasi, yang juga merupakan panitia pada Tablig Akbar dan Istighotsah Kubro 2 Desember 2018 di Islamic Center Bekasi

Kabartiga.com,  Bekasi - Ribuan jama'ah Nahdlatul Ulama, pada Minggu (2/12/2018) pagi, akan memadati gedung Islamic Centre KH Noer Ali Bekasi. 


Rencananya acara tersebut juga mengahadiri Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Miftachul Akhyar, sebagai penceramah dari Tablig Akbar dan Istighotsah Kubro Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Bekasi dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. 


Ketua Panitia Acara, Ustad Ayi Nurdin menjelaskan, acara Maulid ini adalah tradisi yang sudah turun menurun di tubuh Nahdlatul Ulama, sebagai bentuk meneladani perilaku Nabi Muhammad SAW. 


"Kegiatan yang NU gelar ini, tidak ada kaitannya dengan politik yang terjadi saat ini. Ini sudah jadi tradisi bagi warga NU (Nahdliyin) dimanapun berada. Acara ini kita maknai sebagai semangat untum meneladani perilaku Baginda Nabi Muhammad SAW," ungkapnya kepada awak Media di Gedung NU Center, Jalan Bambu Kuning, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Jumat (30/11/2018). 


Acara akbar ini pun, juga tidak ada kaitannya dengan Reuni 212, yang direncanakan akan digelar di Monas, pada tanggal yang sama. Ayi membantah, jika hal tersebut dikaitkan dengan acara yang PCNU gelar pada tanggal 2 Desember 2018 di Masjid Islami, Islamic Center Bekasi. 


"Bicara tentang kegiatan 212 itu adalah hak konstitusional warga Indonesia. Siapapun yang ingin datang kesana, kami tidak ada hak untuk melarang. Saya sudah sampaikan dari awal kalau acara ini lebih kepada internal untuk warga NU," jelasnya. 


Menurutnya, dalam acara tersebut, PCNU akan menggali tentang ajaran Nabi Muhammad SAW dalam bersikap sehari-hari. Semua rangkaian acara yang dilaksanakan nanti merupakan bentuk kecintaan NU terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).   


"Tema untuk acara besok, yaitu Maulid Nabi sebagai momentum peningkatan akhlak bernegara, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Yang ingin kita gali besok itu tentang prilaku suri tauladan Nabi dalam berakhlak dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sebetulnya itu yang ingin kita gali, sekaligus untuk menambah wawasan jama'ah kita dalam maulid besok," papar Ayi. 


Acara tersebut akan dihadiri semua unsur dari pengurus NU Kota Bekasi, hingga ke organ-organ yang ada dibawah NU seperti Anshor, IPPNU, Pergunu dan yang lainnya. 


Ketua Anshor Kota Bekasi, Muhammad Joefry menambahkan, acara Maulid Nabi yang diselenggarakan PCNU nanti melibatkan semua elemen pengamanan, mulai dari internal NU, yakni Barisan Anshor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser), hingga aparatur keamanan negara seperti Polri dan TNI. 


"Alhamdulillah, setiap NU menggelar acara hal-hal yang berkaitan dengan gerakan-gerakan radikal, Insya Allah bisa kita antisipasi. Jadi tidak perlu khawatir, NU harga mati untuk NKRI," tandasnya.



Disarankan untuk anda