Brigade 08 Kota Bekasi Pergoki Praktek Prostitusi di Massage dan Spa
Kabartiga.com, Bekasi - Praktek prostitusi di Kota Bekasi masih marak terjadi. Tidak lebih, praktek esek-esek ini pun bertopeng pijat refleksi dan spa.
Ketua Barisan Garda Terdepan (Brigade) 08 Kota Bekasi, Danu Laksana mengungkapkan, ada puluhan tempat Massege dan Spa di Kota Bekasi yang menyediakan pelayanan prostitusi, diantaranya adalah Massage dan Spa Exis, yang berlokasi di Sentral Ruko Niaga Kalimalang Blok A2, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.
"Anggota Brigade 08 Kota Bekasi ada 4000 orang, dan sudah saya perintahkan untuk menginvestigasi dan hasilnya ditemukan beberapa Massage dan Spa yang melakukan perbuatan asusila di dalamnya, salah satunya Exis," terangnya kepada Kabartiga.com, Kamis (03/01/2019).
Keberadaan massage dan spa ini diduga tidak taat terhadap regulasi yang sudah ada di Kota Bekasi tentang Pariwisata. Danu berencana akan memaksa Pemerintah Kota Bekasi dan Aparatur Hukum untuk bertindak tegas terhadap persoalan ini.
"Ya kalau memang mereka taat pada peraturan di Kota Bekasi, tidak mungkin menyediakan layanan esek-esek dong, izinnya dimana, kalau ada esek-esek di bolehkan seperti itu? artinya, Pemerintah Kota Bekasi dan Apartur Hukum kita ini lemah, tutup mata. Kita akan minta itu semua di tutup," tandasnya.
Danu menduga, keberadaan massage dan spa di Kota Bekasi yang menyediakan pelayanan prostitusi, tidak lain ada oknum yang membekingi.
"Kalau tidak ada yang membekingi, tidak mungkin itu semua berjalan mulus. Ini tidak sesuai dengan visi misi Pemerintah Kota Bekasi yang salah satunya menjadikan Kota Bekasi sebagai Kota Ikhsan," ujarnya.
Dalam waktu dekat ini, Danu akan mendatangi Wali Kota Bekasi untuk memaksanya menutup Massage dan Spa yang melanggar peraturan Pariwisata.
"Massage dan Spa itu salah satu tempat hiburan yang diatur dalam Perda dan Perwal Kepariwisataan di Kota Bekasi, pastinya ada sumbangsi buat Pendapatan Daerah. Kalau pendapatan daerah Kota Bekasi berasal dari uang prostitusi, sama aja Pemerintah melagalkan hal ini. Kita akan paksa Wali Kota untuk menutupnya," pungkasnya.