IAC Ajak Wartawan Bekasi Melek HIV
IAC menggelar diskusi dan pelatihan Pemberitaan yang positif bagi Orang Dengan HIV Aids (Odha) di Fave Hotel, Pekayon, Bekasi Selatan
BEKASI – Untuk kali pertama, Indonesia Aids Coalition (IAC) menggandeng wartawan Bekasi mendiskusikan tema "Pemberitaan yang positif bagi Orang Dengan HIV Aids (Odha)" secara intensif selama tiga hari, Senin sampai Rabu (17-19 Juni 2019) di Fave Hotel Pekayon, Kota Bekasi.
Kegiatan tersebut digagas dengan harapan para pewarta dapat memahami HIV secara lebih luas dan utuh. Sehingga saat menulis konten berita terkait isu itu, mereka tidak justru salah interpretasi dan berakibat fatal bagi pembacanya.
"Sejauh ini kami masih sering melihat narasi yang dikembangkan oleh media terkait isu HIV tidak cukup ramah, khususnya dalam hal pemberian judul. Kami sadar media tentunya ingin menarik banyak pembaca dengan memberi judul yang heboh, tapi kami lihat narasi semacam itu justru berpotensi memperluas stigma negatif di masyarakat terhadap Odha," terang Vivie Febian selaku ARV Community Support Bekasi yang bekerja untuk IAC, Rabu (19/6/2019).
IAC sendiri tidak ingin menyalahkan pihak-pihak tertentu terkait hal tersebut, mengingat pendidikan HIV memang belum secara masif disosialisasikan di masyarakat luas.
Lebih lanjut, IAC menegaskan sangat membutuhkan kerjasama media dalam rangka mengedukasi dan menumbuhkan kesadaran masyarakat terkait HIV serta penularannya, juga melawan stigma negatif terhadap Odha.
"Jujur kami ingin media lebih sering memberitakan HIV. Dengan begitu kita bisa sama-sama mengedukasi masyarakat mengenai penularannya, pencegahannya dan sebagainya. Satu lagi yang paling penting, kita berharap media dapat bersama kami mengontrol kebijakan Pemerintah agar lebih sadar akan HIV dan Odha," tukas Vivie.
Sebagai informasi tambahan, sejak tahun 2004 kurang lebih 4.000 orang di Kota Bekasi dinyatakan positif HIV. Pemerintah Kota Bekasi sendiri telah membuka Voluntary Counseling and Testing (VCT) atau tes status HIV di seluruh puskesmas di Kota Bekasi.
"Hasilnya cukup baik. Ada peningkatan VCT disana. Di tahun 2017 tercatat 554 pasien baru. Tahun 2018 menurun menjadi 360 pasien baru. Dan tahun 2019 sampai bulan Mei kemarin sudah ada 109 pasien baru," jelas Pengelola Program HIV di Dinkes Kota Bekasi, Dadang Otrismo. (AMR)