Ketua Katar Bekasi Utara Lecehkan Profesi Wartawan Saat Konfirmasi Berita
Puluhan Jurnalis di Kota Bekasi Meminta Wali Kota Bekasi Mencopot Jabatan Ketua Karang Taruna Bekasi Utara
BEKASI – Puluhan Jurnalis yang tergabung dalam Jurnalis Bekasi Bersatu (JBB) mendesak Wali Kota Bekasi mencopot Ketua Karang Taruna Bekasi Utara, Heri. Desakan ini tindaklanjut dari intimidasi yang dilakukan Heri kepada salah satu wartawan di Kota Bekasi, Ahmad Pairudz saat mengkonfirmasi pembongkaran bangunan liar (bangli) milik Karang Taruna Bekasi Utara, di wilayah Kelurahan Harapan Baru.
Pay, sapaan akrab Ahmad Pairudz menjelaskan intimidasi yang dilontarkan Heri, terjadi saat melakukan konfirmasi kebenaran kabar Heri memberikan izin kepada Karang Taruna unit 01 Teluk Pucung untuk mendirikan bangunan diatas zona merah.
“Awalnya saya coba hubungi dia (Heri), namun yang bersangkutan meminta agar datang ke rumahnya sore hari, tapi waktu saya kunjungi rumahnya sore hari, Heri tidak ada, terus saya hubungi lagi, yang bersangkutan kembali meminta saya untuk datang habis Isya. Saya habis Isya datang lagi kesana, tapi yang bersangkutan bilang masih di luar rumah, nah pas saya sudah mau sampai sekitar kantor Kecamatan Bekasi Utara, Heri nelpon dan saya disuruh ke rumahnya segera, saya pun kembali kesana,” ungkap Pay menceritakan awal mula sebelum bertemu Heri.
Lanjut Pay, setibanya di rumah Heri, sudah ada enam orang dilokasi. Tiga orang duduk di depan, dua orang di samping, dan satu orang lagi duduk di belakang Pay.
Ketika mengonfirmasi mengenai hal bangunan warung yang didirikan Karang Taruna 01 Teluk Pucung atas perintah Heri dan rencana akan disewakan sebesar Rp6 juta, intimidasi pun terjadi.
Heri dan istri, serta rekannya marah dan mengeluarkan kata-kata yang dinilai tidak pantas sambil menunjuk Pay. Setelah mendapatkan konfirmasi itu, Pay pamit dan meninggalkan kediaman Heri.
“Saya mengkonfirmasi hal itu untuk berimbangnya pemberitaan, tidak ada maksud untuk mencemarkan nama baik dan sebagainya. Tapi kenapa saya di tuduh mencemarkan nama baik mereka, terus sampai mengeluarkan bahasa ‘jadi jurnalis buat cari uang rokok saja sampai segitunya’, wartawan buta kaya engga ada berita aja,” beber Pay.
Aksi yang diikuti lebih dari 50 Jurnalis ini, dilakukan di depan pintu keluar gedung Pemerintah Kota Bekasi. Para Jurnalis juga sempat menanggalkan id card mereka sebagai tanda rasa solidaritas dari intimidasi terhadap kerja-kerja jurnalis.