WCD 2019 Ajak Masyarakat Bijak Kurangi Sampah Plastik
BEKASI - World Cleanup Day kembali digelar. Penyelenggara World Cleanup Day Indonesia menargetkan 13 juta relawan mengikuti agenda aksi bersih-bersih sampah tahunan terbesar di Dunia ini.
Aksi ini bertujuan mengajak masyarakat Indonesia mulai bijak plastik demi menjaga lingkungan yang bersih.
Tahun ini World Cleanup Day Indonesia mengangkat tema "Clear For Peaceful Indonesia" kegiatan ini dipusatkan di Hutan Kota Bekasi dan diikuti di seluruh provinsi di Indonesia.
Agustina Iskandar, Leader Wolrd Cleanup Day Indonesia menjelaskan, World Cleanup Day lahir di negara Estonia, dimana pada tahun 2008 lalu, warga negara Estonia bergotong royong untuk membersihkan negaranya dalam waktu singkat, yakni hanya membutuhkan waktu 5 Jam. Hal itu terbukti dan dikembangkan keseluruh Dunia.
"Sedangkan di Indonesia pada tahun 15 September 2018 di laksanakan pertama world Cleanup Day Indonesia, dan berhasil mengumpulkan 14 ribu ton samph bantuan 7,6 juta relawan dari 34 provinsi. Sedangkan tahun ini kita targetkan mencapai 13 Juta relawan daei seluruh provinsi dan hasilnya bisa dua kali lipat dari tahun sebelumnya," ujarnya kepada Kabartiga.com Sabtu (21/9/2019).
Di tempat yang sama Veronica Utami, Direktur Home Care Unilever Indonesia dan Dirt is Good SEA-ANZ Mengatakan, langkah kecil ini dapat membawa perubahan untuk Indonesia kedepan, jika masyarakatnya mau terus menerus melakukan gerakan ini secara bersama.
"Kita mengajak warga Indonesia untuk mulai bergerak menempatkan dan mengumpulkan sampah pada tempatnya," ucap Veronica.
Veronica mengaku, produk Rinso telah mencoba mengurangi penggunaan kemasan dari bahan pelastik, yakni 13 persen selama lebih 2 sampai 3 tahun ini. Dengan begitu, ia berharap pengurangan kemasan plastik juga bisa mencapai 20 persen di tahun ini.
"Better plastik yang kita gunakan dalam rangka eksplorasi untuk mencari teknologi plastik yang bisa di daur ulang. Sedangkan untuk kemasan botol plastik sendiri kita 100% bisa untuk daur ulang ataupun bisa di gunakan kembali dengan cara isi ulang," bebernya.
Semantara itu, warga Surabaya, Bilqis (16) mengaku, program bijak sampah plastik ini dapat memajukan perekonomian diwilayahnya tinggal. Dimana fungsi bank sampah berperan dalam membantu kebutuhan masyarakat setempat.
"Jadi kader ibu-ibu bank sampah deket rumah saya itu sudah memiliki UKM sendiri, yang modal awalnya peminjaman uangnya dari bank sampah. Jadi taglinenya itu minjam uang bayar sampah," pungkasnya.
Reporter : Dika