Gelar Pelatihan Pertolongan Lakalantas, Siloam Hospital Gandeng Jasaraharja dan Kepolisian
Peserta patihan dan praktek keselamatan pada korban lakalantas yang melibatkan para driver ojek online
BEKASI - Siloam Hospital Sentosa Bekasi menggelar pelatihan dan praktek penanganan pertolongan pertama kecelakaan lalulintas (Lakalantas) bagi driver ojek online dari komunitas reaksi cepat yang tersebar di wilayah Bekasi, Cikarang dan sekitarnya.
Kegiatan yang digelar bersama Jasa Raharja dan Kepolisian RI ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial Siloam Hospital Sentosa Bekasi terhadap keselamatan berkendara.
Direktur Siloam Sentosa Bekasi dr. Kristianus Cahyono, MM, EMBA, mengatakan, Pelatihan ini digelar sebagai bentuk komitmen yang terus berkembang dan menjadi tanggung jawab karena masih banyak ditemukan kasus Lakalantas di daerah Bekasi.
"Kondisi saat menerima korban Laka Lantas butuh penanganan yang tepat jika tidak akan berakibat fatal dan bahkan sampai kondisi terburuk yaitu kehilangan nyawa," jelasnya.
Selain memberikan pelayanan kesehatan, Siloam Hospital Bekasi juga melakukan edukasi kesehatan kepada masyarakat dan peserta kegiatan yang hadir.
dr. Alfa Januar Krista, Sp.OT, M.Kes, FICS, AIFO-K, dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi menjelaskan, pentingnya penanganan pertama yang dilakukan untuk pasien cedera tubuh akibat kecelakaan.
Prioritas utama saat menangani korban kecelakaan adalah menyelamatkan nyawa, dengan melakukan pertolongan pertama dengan tepat dan melakukan proses transfer dari lokasi kejadian sampai ke rumah sakit harus dilakukan dengan cara yang benar, agar tidak memperburuk atau bahkan memperparah kondisi pasien.
"Cedera yang terjadi akan menimbulkan nyeri. Cedera bisa juga terjadi pada tulang, sendi dan jaringan lunak. Akibat dari cedera dapat mengakibatkan perubahan bentuk pada bagian tubuh korban (contohnya patah tulang), gangguan fungsi bahkan sampai dengan kehilangan nyawa maupun anggota tubuh," ucap dr. Alfa Januar Krista.
Sementara itu pada kasus kegawat daruratan dr. Fadityo selaku kepala UGD Siloam Hospitals Sentosa Bekasi menambahkan, bahwa Bantuan Hidup Dasar ini pada prinsipnya adalah usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kehidupan pada saat penderita mengalami keadaan yang mengancam jiwa.
Kerap ditemui saat kecelakaan terjadi, korban mengalami pingsan atau tidak sadarkan diri, bahkan sampai terjadi serangan jantung.
"Banyak pasien yang mengalami henti jantung tetapi tidak mendapatkan pertolongan pertama yang benar. Ataupun kalau sampai di rumah sakit pun kondisi pasien sudah meninggal," ucapnya.
Hal tersebut biasanya terjadi karena kurangnya pengetahuan dalam menangani pasien yang terkena serangan jantung.
Pimpinan Jasa Raharja cabang Bekasi, Alfin Syahrin menambahkan, Negara hadir memberikan jaminan perlindungan kepada masyarakat Indonesia yang menjadi korban kecelakaan.
Menurut data yang dihimpun, terdapat jam rawan kecelakaan yang tertinggi yaitu terjadi pada pukul 9 -12 siang, dan antara jam 3 - jam 5 sore.
Pihak Jasa Raharja telah melakukan beberapa kegiatan pencegahan Lakalantas dengan melakukan pelatihan gawat darurat, safety campaign ke sekolah dan berbagai media serta kegiatan partisipan.
"Ketika terjadi kecelakaan pihak Jasa Raharja adalah pemberi dana pertama, dengan syarat menyertakan surat laporan dari kepolisian. Dan jika anda mengalami Laka atau sebagai pihak yang mengakibatkan Laka maka segera lakukan pengobatan dengan membawa ke rumah sakit agar dapat segera diberikan perawatan. Jangan khawatir karena biaya pengobatan dan perawatan anda akan ditanggung oleh pihak Jasa Raharja," tutur Alfin. (Al)