Penuhi Panggilan Ombudsman, 12 Camat Berkelit Pelayanan Tetap Buka

  • Redaksi
  • 03 Agustus 2018
  • 367
  • Bagikan:
Penuhi Panggilan Ombudsman, 12 Camat Berkelit Pelayanan Tetap Buka Para Camat sedang memberikan keterangan kepada Ombudsman

Kabartiga.com, Bekasi – Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya telah melakukan pemeriksaan terhadap 12 Camat Kota Bekasi terkait dugaan pemogokan layanan yang terjadi Jumat (27/7/2018) lalu. Hasilnya, semua camat serempak mengatakan layanan tetap buka seperti biasa.


"Kita sudah minta mereka jujur, dan hasilnya mereka mengaku layanan tetap berjalan seperti biasa," ujar Ketua Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya, Teguh P Purnomo kepada Kabartiga, Kamis (2/8/2018) di ruangannya usai melakukan pemeriksaan.


Dalam proses pemeriksaan itu juga, Teguh menyebut pihaknya sudah menyodorkan bukti tertulis yang berisi pernyataan pemogokan layanan di 12 Kecamatan tersebut.


"Kami menerima bukti pernyataan tertulis itu dari Inspektorat Kota Bekasi, yang tamplete pernyataannya sama semua berisi pemogokan pelayanan karena tidak sepakat dengan kebijakan Pj Wali Kota Bekasi," tukas Teguh.


Ironinya, lanjut Teguh, para Camat pun serempak menyalahkan bagian TU, yang tidak mungkin membuat surat tanpa sepengetahuannya.


"Mereka (12 Camat) tetap mengatakan ada pelayanan. Mereka malah menyalahkan TU nya. Padahal tidak mungkin TU membuat surat tanpa koordinasi dari Camat, apalagi yang memintanya Inspektorat," tukasnya.


Meski demikian, Teguh tidak mempermasalahkan itu, dan tetap memberi keleluasaan para Camat untuk menyampaikan informasi sejujurnya.


"Iya itu tidak ada masalah, dengan mereka tetap tidak mengaku pun tidak ada masalah. Kita belum sodorkan bukti-bukti lain, berupa gambar, video dan rekaman suara," terangnya.


Proses pemeriksaan kasus dugaan penutupan layanan di Kecamatan dan Kelurahan di Kota Bekasi masih terus berlanjut. Teguh mengaku dalam waktu dekat akan kembali memanggil dan memeriksa instansi terkait guna mendapatkan data yang lebih valid dan dalam.


"Kita akan telusuri terus motif dan aktor intelektual di balik ini semua. Yang pasti, berdasarkan informasi yang kita dapatkan, pasti pemogokan itu ada," paparnya.



Disarankan untuk anda