Disdagperin Kota Bekasi Latih 50 IKM Dalam Kegiatan Ekspor
Para pelaku usaha kecil di Kota Bekasi menerima pembinaan dan pelatihan ekspor yang di selenggarakan Dinas Perdaganagn dan Perindustrian Kota Bekasi, di Balai Patriot, Kota Bekasi pada Selasa (19/7/2022).
BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi genjot pertumbuhan eksportir Industri Kecil Menengah (IKM) daerah dengan fasilitas pembinaan.
Kali ini, sebanyak 50 pelaku usaha mendapat pelatihan dan pembinaan tata cara serta regulasi yang berkaitan dengan kegiatan ekspor.
Kepala Disdagperin Kota Bekasi, Tedy Hafni Tresnadi mengatakan, fasilitas ini sebagai bentuk peningkatan ekonomi para pelaku usaha kecil untuk terus mengembangkan usahanya hingga mancanegara. Artinya, produk yang di hasilkan tidak hanya menjadi komoditas dalam negeri saja.
Narasumber yang di hadirikan pun langsung dari Kementerian Perdagangan dan Bea Cukai.
"Alhamdulillah kita masih bisa menggelar kegiatan pelatihan ini. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, yang di mulai hari ini di aula Balai Patriot Pemerintah Kota Bekasi," ujar Tedy usai membuka pembinaan kepada 50 pelaku usaha kecil dalam kegiatan ekspor di Balai Patriot, Kota Bekasi, Selasa (19/7/2022).
Menurut Tedy, kegiatan ekspor dari pelaku usaha kecil di Kota Bekasi terlihat cukup tinggi. Data pada tahun 2021, nilai ekspor dari pelaku usaha kecil di Kota Bekasi mencapai sebesar 800 Juta Dollar. Sementara untuk tahun 2022, terlihat data terakhir di bulan Juni sudah mencapai 300 Juta Dollar.
"Komoditas yang sering di ekspor itu makanan. Bahkan juga ada Boneka. Pelaku usaha kecil kita dari kerajinan tangan juga ada yang di ekspor. Nah pelatihan ini sebagai tambahan, agar menejemen hingga regulasinatau aturan dalam kegiatan eksportir yang mereka lakukan tidak melanggar atau berbenturan dengan hukum undang-undang, sebab itu kita fasilitasi secara gratis," terangnya.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, eksportir usaha kecil di Kota Bekasi yang semakin baik dan berekmbang. Sehingga ilmu yang di dapat dari 50 IKM tersebut dapat di tularkan kepada IKM lainnya.
"Tentunya, dengan ilmu yang bertambah, manajemen kegiatan eksportir mereka akan semakin baik, bagaimana cara mereka tertib juga dalam kepengurusan bea dan cukainya. Kalau nanti mereka maju dalam usahanya, kami berharap selain membangkitkan ekonomi daerah, juga memperluas lapangan kerja di Kota Bekasi," tutupnya. (Al).